Menelusuri Jejak Kebenaran dalam Angka

- Publisher

Rabu, 30 April 2025 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Farisa Ana Risqiyah

Farisa Ana Risqiyah

KOLOM – Sering kali, matematika dipandang sebagai ilmu yang kaku, dikelilingi oleh rumus dan perhitungan yang rumit. Namun, di balik semua itu terdapat dimensi yang lebih mendalam: jejak kebenaran yang dapat kita temukan melalui angka-angka.

Filsafat matematika mengajak kita untuk merenungkan makna hakiki dari angka serta konsep yang kita gunakan. Apa arti sejati dari angka-angka ini? Dari manakah asal kebenaran matematis? Dalam esai ini, kita akan menjelajahi bagaimana angka dapat memandu kita menuju pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran.

Angka dalam Kehidupan Sehari-hari

Angka bukan sekadar simbol; mereka merupakan representasi dari realitas yang kita alami. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan angka untuk berbagai keperluan—mengukur waktu, menghitung jarak, atau menilai prestasi.

Ketika kita mengatakan, “Saya berusia 30 tahun,” angka tersebut bukan hanya menunjukkan usia, tetapi juga mencerminkan pengalaman, perjalanan hidup, dan pelajaran yang telah diperoleh. Dengan demikian, angka mengandung makna yang lebih dalam dan kompleks.

Kebenaran dalam Matematika

Di dalam matematika, kebenaran umumnya diartikan sebagai konsistensi dan keakuratan teori serta pembuktian. Konsep ini sangat penting agar kita dapat mempercayai hasil-hasil matematis yang ada.

Sebagai contoh, teorema Pythagoras—yang menyebutkan bahwa dalam segitiga siku-siku, kuadrat panjang sisi miring sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi lainnya—telah dibuktikan berulang kali selama berabad-abad. Setiap kali kita menerapkan teorema ini, kita memegang pada kebenaran yang telah teruji oleh waktu dan pengalaman.

Baca Juga :  Bukan Cuma Rumus: Matematika Itu Seni Mengendalikan Dunia

Pertanyaan Filsafat dan Logika

Filsafat matematika mendorong kita untuk mempertanyakan dasar-dasar logika dan aksioma yang mendasari disiplin ini. Apakah angka-angka itu ada secara objektif, ataukah mereka hanyalah konstruksi dari pikiran manusia? Filsuf seperti Plato berpendapat bahwa angka dan bentuk geometris ada dalam dunia ide yang sempurna, sementara matematikawan modern sering melihat matematika sebagai hasil dari pengamatan dan pengalaman manusia.

Keterkaitan Antara Matematika dan Realitas

Matematika sering digunakan untuk menjelaskan fenomena di dunia nyata. Misalnya, fisika menggunakan persamaan matematis untuk meramalkan perilaku benda-benda fisik. Dalam konteks ini, angka bukan hanya sekadar representasi, melainkan juga alat untuk memahami dan memprediksi dunia. Dengan demikian, kita dapat melihat betapa eratnya keterkaitan antara matematika dan kenyataan.

Baca Juga :  Pandangan Filsafat Matematika terhadap Ketakterhinggaan

Kesimpulan

Menelusuri jejak kebenaran dalam angka adalah perjalanan yang kaya akan makna. Matematika bukan hanya sekedar alat untuk menghitung, tetapi juga bahasa yang menggambarkan realitas dan kebenaran di sekitar kita.

Dengan mendalami filsafat di balik angka, kita dapat lebih menghargai keindahan dan kompleksitas dunia matematis. Setiap angka menyimpan cerita dan kebenaran yang menunggu untuk diungkap, menjadikan perjalanan ini tidak hanya sebagai proses ilmiah, melainkan juga suatu eksplorasi filosofi yang mendalam.

 

*Oleh : Farisa Ana Risqiyah ( Mahsiswa prodi TMTK 2A UIMSYA BLOKAGUNG BWI)

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik
Kolaborasi Seni berbahasa dan Budaya di ujung timur
Minimal Keinginan untuk Membaca Di tengah Kegembiraan Scroll Sosial Media
Sumenep di Bawah Bayang-bayang Perusakan Lingkungan
Transformasi Pendidikan: Kunci Akselerasi Pertumbuhan Indonesia di Tengah Dinamika Global
Menyambut 2026: Pemulihan Nasional, Pendidikan Transformatif, dan Masa Depan Demokrasi Digital
Sepekan Tanpa Jawaban, Suara Mahasiswa Akhir Tak Digubris Petinggi Kampus
NDP Sebagai Basis Ketahanan Ideologi dan Karakter Kader HMI dalam Membangun Kepemimpinan Tranformasional

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:21 WIB

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:13 WIB

Kolaborasi Seni berbahasa dan Budaya di ujung timur

Rabu, 7 Januari 2026 - 07:57 WIB

Minimal Keinginan untuk Membaca Di tengah Kegembiraan Scroll Sosial Media

Senin, 5 Januari 2026 - 16:56 WIB

Sumenep di Bawah Bayang-bayang Perusakan Lingkungan

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:32 WIB

Transformasi Pendidikan: Kunci Akselerasi Pertumbuhan Indonesia di Tengah Dinamika Global

Berita Terbaru

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep. (Doc. Istimewa)

News

Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Feb 2026 - 20:16 WIB

Kolom

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Selasa, 3 Feb 2026 - 10:21 WIB

You cannot copy content of this page