Mahasiswa UST Gelar Aksi Damai, Tuntut Pertanggungjawaban Rektor Usai Pernyataan Kontroversial

- Publisher

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timesin, Yogyakarta – Sekitar lima puluh pengurus Senat dan BEM Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) menggelar aksi demonstrasi damai di kampus pusat Jl. Batikan, Yogyakarta, Senin (19/8/2025). Aksi ini merupakan respons atas dugaan rekaman suara Rektor UST, Prof. Pardimin, yang viral dan dinilai menyakitkan hati mahasiswa.

Meski masih dalam masa liburan kuliah, peserta aksi yang terdiri dari pengurus BEM UST dan sekitar 20 Presiden Mahasiswa dari kampus se-DIY tetap hadir untuk menyuarakan aspirasi. Mereka mulai berkumpul sejak pukul 11.00 WIB di pintu utara kampus pusat.

Sekitar pukul 16.00 WIB, pagar pintu masuk kampus berhasil didorong massa hingga roboh. Setelah itu, mahasiswa akhirnya diterima pihak rektorat untuk berdialog.

 

“Ini adalah awal untuk menunjukkan bahwa harga diri mahasiswa tidak bisa direndahkan seenaknya. Zaman pendidikan intimidatif sudah berlalu. Seorang rektor seharusnya mengayomi mahasiswa, bukan melontarkan komunikasi verbal yang berpotensi menjadi bibit premanisme kampus,” tegas salah satu orator, dalam rilisnya, Kamis (20/8/2025) di Yogyakarta.

Dialog berlangsung hingga malam hari dan baru selesai pukul 20.44 WIB. Namun, hingga berita ini diturunkan, Presiden Mahasiswa UST belum memberikan keterangan resmi terkait hasil dialog tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan WhatsApp juga belum dijawab.

Baca Juga :  Terduga mafia tanah di Labuan Bajo  Santosa Kadiman Diduga Berkolaborasi dengan Ketua PN

Koordinator Forum BEM DIY, Faturahman, menegaskan pihaknya akan terus mengawal gerakan mahasiswa UST. Ia juga menekankan pentingnya solidaritas lintas kampus untuk menjawab tantangan yang disampaikan Rektor UST.

“Forum BEM DIY solid mengawal aksi ini. Target kami adalah memastikan marwah mahasiswa tetap terjaga dan menolak segala bentuk tirani birokrasi yang menekan mahasiswa,” ujarnya.

Aksi damai ini dikawal oleh Forum BEM DIY bersama gerakan mahasiswa dari organisasi ekstra kampus. Para mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan hanya merespons pernyataan rektor, tetapi juga menolak segala praktik intimidasi dalam dunia pendidikan.

Seorang alumni yang enggan disebutkan namanya menyampaikan adanya isu di kalangan mahasiswa bahwa demonstrasi ini dituding sebagai gerakan yang diarahkan oleh pihak yayasan. Alumni tersebut menambahkan bahwa dugaan ini muncul setelah beredar kabar mengenai surat jawaban pembina yayasan terkait evaluasi pengeluaran rektorat. Surat tersebut, menurut sumber, sudah dikirim sejak 2024 namun belum sepenuhnya diketahui mahasiswa.

Baca Juga :  Ketua Umum Presidium PNI Jan Maringka merespon Positif Redanya Aksi-Aksi Demo yang berujung Anarkis

Terkait dugaan ini, mahasiswa menilai bahwa substansi gerakan mereka tetap berangkat dari keresahan atas komunikasi rektor yang dinilai intimidatif serta adanya kebutuhan transparansi keuangan rektorat. (red)

Pihak rektorat UST hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi atas aksi mahasiswa maupun isu yang berkembang di kalangan alumni. (red)

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti
Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj
Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata
Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan
Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif
Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare
Khofifah Gandeng PTA Surabaya Perkuat Kepastian Hukum Ketahanan Keluarga
Seleksi Sekda Sumenep Berujung Polemik, Ketua Komisi I Diduga Langgar Tatib DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:57 WIB

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:33 WIB

Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:59 WIB

Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:18 WIB

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Berita Terbaru

Ilustrasi

News

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Kamis, 22 Jan 2026 - 22:18 WIB

You cannot copy content of this page