SUMENEP – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Cakrawala Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menggelar pelatihan sekaligus deklarasi organisasi sebagai penegasan komitmen memperkuat budaya literasi dan nalar kritis mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UNIBA Madura itu dihadiri jajaran pimpinan universitas, mahasiswa lintas fakultas, serta pimpinan organisasi mahasiswa.
Momentum tersebut menjadi langkah awal LPM Cakrawala dalam meneguhkan perannya sebagai pers mahasiswa yang bertanggung jawab dan independen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris LPM Cakrawala, Seftiya Putri Suryanti, menegaskan pers mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penyedia informasi yang akurat, berimbang, sekaligus ruang kontrol sosial di lingkungan akademik.
“Di tengah dinamika informasi yang berkembang pesat, khususnya di media sosial, LPM Cakrawala harus hadir sebagai referensi informasi yang bertanggung jawab serta jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus,” kata Seftiya, Senin (26/1).
Ia menambahkan, pers mahasiswa bukan sekadar sarana publikasi kegiatan, melainkan wadah pembelajaran untuk mengasah analisis, literasi media, dan etika jurnalistik.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Mohammad Khofi, menyebut agenda tersebut bukan hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi peran pers mahasiswa di tengah dinamika kampus dan masyarakat.
“LPM Cakrawala hadir sebagai wadah intelektual, kritik, dan aspirasi. Kami berkomitmen untuk terus menjaga independensi, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta menyuarakan kebenaran dengan keberanian dan tanggung jawab. Di tengah arus informasi yang kian cepat, pers mahasiswa dituntut tidak hanya lantang, tetapi juga akurat dan berimbang,” ujarnya.
Pembina LPM Cakrawala, Dr. Ach. Zuhri, M.E., menyambut positif kehadiran UKM pers mahasiswa tersebut di UNIBA Madura.
Menurutnya, LPM Cakrawala menjadi langkah strategis kampus dalam mendorong kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab serta penguatan budaya literasi.
“UKM LPM bukan sekadar wadah jurnalistik, tetapi juga ruang pembelajaran untuk mengasah kepekaan sosial, kemampuan analisis, etika komunikasi publik, serta keterampilan menulis dan peliputan berbasis fakta,” ujarnya.












