PACITAN – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pacitan memasuki fase pengetatan skala prioritas. Pemerintah provinsi kini lebih selektif dalam menentukan proyek yang tetap dijalankan, dengan fokus pada akses vital dan kebutuhan dasar masyarakat.
Di tengah keterbatasan dukungan pembiayaan dari Pemprov Jawa Timur Melalui Bantuan Keuangan (BK), hanya beberapa pekerjaan fisik yang masih berlanjut pada tahun anggaran berjalan.
Proyek-proyek tersebut dipilih berdasarkan urgensi fungsi, bukan lagi pada jumlah atau sebaran wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu proyek yang tetap dikerjakan adalah pembangunan Jalan S.A. Tirtoyoso yang menjadi akses menuju Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Pacitan sepanjang 1,7 kilometer dengan nilai anggaran Rp 2,8 miliar.
Selain itu, pembangunan dua jembatan lingkungan di Desa Tambakrejo juga masih dilaksanakan, masing-masing Jembatan Dusun Kwaron senilai Rp 561 juta dan Jembatan Dusun Tambaan sebesar Rp 271 juta.
Seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Jawa Timur, tanpa melibatkan skema bantuan keuangan kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan.
Kepala DPU Bina Marga Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaya, menyebut bahwa pengaturan ulang prioritas menjadi langkah yang harus ditempuh agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal.
“Yang utama pembangunan tetap berjalan sesuai kemampuan anggaran, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya, dilansir dari JP Radar Pacitan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebijakan fiskal berdampak pada kemampuan daerah dalam menjaga ritme pembangunan, termasuk dari sisi penerimaan pajak kendaraan bermotor.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap memberikan dukungan non-anggaran untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan. Salah satunya melalui penyaluran bantuan material berupa aspal.
Pada tahun ini, Pemprov Jatim menyerahkan 500 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk mendukung kegiatan perbaikan jalan yang menyesuaikan kebutuhan lapangan.
“Bantuan aspal ini silakan dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh daerah,” pungkas Edy.












