Mahasiswa UIN Madura Raih Juara 2 POMPROV Tanpa Dukungan Kampus

- Publisher

Minggu, 1 Juni 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moh. Agung Dwi Putra mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Madura

Moh. Agung Dwi Putra mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Madura

PAMEKASAN – Nama Moh. Agung Dwi Putra kini tengah jadi buah bibir di kalangan mahasiswa UIN Madura, Minggu (1/6).

Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) itu berhasil membawa pulang medali perak dari ajang POMPROV (Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur) 2025 cabang pencak silat, yang digelar di Universitas Surabaya (UBAYA), 30 Mei–1 Juni.

Yang membuat banyak orang tercengang, Agung melaju hingga podium tanpa sedikit pun bantuan dana dari kampus. Seluruh biaya — dari transportasi, konsumsi, hingga penginapan — ditanggung sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya biayai sendiri dari awal sampai akhir. Bahkan untuk penginapan pun saya harus cari yang murah, agar tetap bisa ikut bertanding,” kata Agung saat dihubungi usai pertandingan.

Baca Juga :  Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura Demo Korlantas Polri, Minta Kasatlantas Polres Pamekasan Dicopot

Agung tak sendiri. Ia berangkat bersama Sri Mulyani, mahasiswa PAI UIN Madura yang juga atlet pencak silat berprestasi. Keduanya sempat mengajukan proposal pendanaan ke pihak kampus. Namun jawaban yang mereka terima mengecewakan: kampus tak bisa membiayai dengan alasan efisiensi anggaran.

Padahal, kiprah keduanya dalam mengharumkan nama UIN Madura bukan hal baru. Tahun lalu, di ajang PORSI JAWARA 2023 di UIN KHAS Jember, Agung menyabet juara 1 dan Sri Mulyani juara 3. Sri bahkan sudah beberapa kali merebut gelar juara 1 di Porprov dan Kejurprov Jatim.

Baca Juga :  SMSI Award 2025 Siap Digelar di Sumenep, Jadi Tonggak Sejarah Media Siber Madura Raya

Ironisnya, Sri gagal ikut POMPROV kali ini karena tak sanggup menanggung biaya sendiri. “Saya ingin ikut, tapi situasi keuangan tidak memungkinkan. Tidak ada opsi selain mundur,” ujarnya.

Berbeda dengan Sri, Agung memilih tetap bertanding. Ditemani ayahnya yang setia mendampingi dari awal hingga akhir lomba, Agung berhasil meraih juara 2 pada hari terakhir, 1 Juni 2025. Ia juga mendapat dukungan moril dari rekan-rekan atlet yang rela hadir langsung ke venue pertandingan.

“Tanpa dukungan teman-teman dan keluarga, mungkin saya tidak sekuat ini,” ucap Agung.

Prestasi ini bukan hanya kemenangan pribadi. Meski tanpa dukungan resmi, Agung tetap mencantumkan nama UIN Madura sebagai institusi asal. Hal ini menegaskan, bahwa kampus seharusnya menjadi tempat yang tak hanya mendidik, tapi juga mendukung penuh pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Baca Juga :  Torehkan Prestasi, Tiga Mahasiswa FEBI UIN Madura Tampil di Forum Internasional ICONIS

Kini, banyak pihak mulai mempertanyakan: jika ada mahasiswa rela berkorban demi membawa nama baik kampus, kenapa kampus justru tak hadir memberi dukungan?

Cerita Agung bukan sekadar kisah perjuangan individu. Ini alarm keras bagi kampus agar tidak lagi memunggungi potensi emas di antara mahasiswa sendiri. Jika terus diabaikan, jangan salahkan mereka jika suatu hari memilih tak lagi membawa nama almamater.

 

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti
Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj
Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata
Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan
Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif
Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare
Khofifah Gandeng PTA Surabaya Perkuat Kepastian Hukum Ketahanan Keluarga
Seleksi Sekda Sumenep Berujung Polemik, Ketua Komisi I Diduga Langgar Tatib DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:57 WIB

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:33 WIB

Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:59 WIB

Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:18 WIB

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Berita Terbaru

Ilustrasi

News

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Kamis, 22 Jan 2026 - 22:18 WIB

You cannot copy content of this page