ACEH – Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terus bertambah.
Data jumlah korban terbaru yang berhasil dicatat, hingga Sabtu (6/12) ada 57 orang warga yang dilaporkan meninggal dunia.
Selain meningal dunia 23 orang hingga saat ini dilaporkan hilang dan 18 orang warga lainnya mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban meninggal dunia bertambah dibanding laporan sebelumnya,” kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, dilansir dalam keterangan resminya, Minggu (7/12).
Saat ini Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, bersama tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap warga yang hilang.
Selain itu pihaknya saat ini juga masih melakukan pendataan terkait kerusakan rumah warga dan sejumlah sarana fasilitas yang rusak parah di Aceh Tamiang.
Dari laporan Posko Komando, ada 2.262 rumah rusak, termasuk 780 unit rusak berat dan 35 unit rusak sedang.
Sarana kesehatan juga ikut terdampak dengan 1 unit rusak, sementara data kerusakan berat masih belum masuk.
Sementara itu, fasilitas pendidikan dilaporkan ada 54 sekolah yang mengalami kerusakan, ditambah 3 unit sekolah rusak berat.
Kerusakan juga terjadi pada tempat ibadah, 33 tempat ibadah dilaporkan rusak dan 2 tempat ibadah lainnya rusak berat.
Kemudian sarana perkantoran yang terdampak mencapai 32 unit, dan 1 unit mengalami rusak berat. Infrastruktur transportasi pun lumpuh dengan 2 jembatan rusak dan 1 jembatan putus total.
“Kerusakan fasilitas juga terus kami data karena akses ke beberapa lokasi masih terputus, terutama akibat jembatan yang hanyut,” ujarnya.
Hingga saat ini total korban yang mengungsi dari 12 Kecamatan atau seluruh kecamatan di Aceh Tamiang tercatat ada 262.087 jiwa.
Sementara, 36.838 jiwa lainnya yang terdampak banjir memilih untuk tidak mengungsi.
Petugas gabungan, relawan, TNI/Polri, dan BPBD masih bekerja keras melakukan evakuasi di berbagai titik, terutama di kecamatan yang aksesnya sulit.
Pemerintah Aceh mengimbau warga tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan.












