JAKARTA – Pemerintah menegaskan kesiapan layanan utama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus dimatangkan.
Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf menyebut progres persiapan di Arab Saudi telah menunjukkan hasil signifikan, mulai dari penetapan mitra layanan hingga kepastian lokasi puncak haji.
“Kita sudah memastikan dua syarikah yang akan melayani jamaah haji Indonesia. Selain itu, lokasi-lokasi di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah dan Mina, juga sudah dipastikan,” ujar Irfan Yusuf di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (8/1).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Irfan menyampaikan, layanan krusial seperti transportasi dan konsumsi jamaah telah rampung sepenuhnya. Sementara itu, akomodasi di Madinah hampir selesai, sedangkan di Makkah masih dalam tahap finalisasi.
“Untuk akomodasi di Makkah memang belum terlalu signifikan, tetapi insyaallah dalam waktu dekat ini akan bisa kita pastikan dan segera selesai,” katanya, dikutip dari antaranews.com.
Ia menegaskan, proses penetapan layanan haji tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas di tengah berbagai kepentingan yang mencoba masuk dalam sistem penyelenggaraan.
“Namun prinsip kita tetap lurus. Kita harus akuntabel dan transparan dalam setiap proses,” kata dia.
Dari sisi transportasi udara, Irfan memastikan jadwal penerbangan jamaah telah ditetapkan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dua maskapai, Saudia Airlines dan Garuda Indonesia, telah mengajukan permintaan jam terbang ke Arab Saudi.
“Permintaan jam terbang ke Saudi juga sudah diajukan oleh dua maskapai, yaitu Saudia Airlines dan Garuda Indonesia. Insyaallah tidak ada kendala signifikan terkait penerbangan,” ujarnya.
Selain layanan di Tanah Suci, Irfan menyoroti inovasi pada sisi embarkasi. Tahun ini pemerintah menambah dua embarkasi baru, yakni Banten dan Yogyakarta.
Khusus embarkasi Yogyakarta, pemerintah menggunakan hotel sebagai pengganti asrama haji.
“Embarkasi Yogyakarta ini cukup istimewa karena kita membuka embarkasi tanpa memiliki asrama haji. Kita menggunakan hotel sebagai pengganti asrama haji, baik untuk persiapan keberangkatan maupun kepulangan jamaah,” kata Irfan.
Ia berharap pola tersebut dapat menjadi model baru penyelenggaraan embarkasi haji di daerah lain, sembari pemerintah tetap melakukan perbaikan pada sejumlah asrama haji yang dinilai kurang layak.
“Kita upayakan sebelum hari H keberangkatan jamaah haji, asrama-asrama yang kurang layak bisa kita perbaiki,” katanya.












