Fokus Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana Aceh-Sumatera, DPR Desak Kesehatan Mental Siswa dan Guru Jadi Pilar Utama

- Publisher

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurniasih Mufidayati anggota DPR RI / Foto:PKS

Kurniasih Mufidayati anggota DPR RI / Foto:PKS

JAKARTA – Pemulihan infrastruktur pendidikan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), menjadi fokus utama pemerintah, Selasa (9/12).

Selain fokus perbaikan infrastruktur pendidikan, fokus pemulihan kesehatan mental siswa dan guru juga menjadi pilar utama dalam pendidikan.

Dorongan pemulihan kesehatan mental siswa dan guru itu di sampaikan Kurniasih Mufidayati, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Kurniasih tersebut merespon data terbaru yang di keluarkan Kemendikdasmen yang menunjukkan bahwa 1.009 sekolah terdampak bencana di tiga provinsi—310 di Aceh, 385 di Sumut, dan 314 di Sumbar.

Kerusakan sekolah yang luas ini, kata Kurniasih, memiliki dampak langsung terhadap kondisi mental anak dan tenaga pendidik.

Baca Juga :  Janji Penanganan Longsor Desa Daleman Tak Kunjung Ditepati

“Kerusakan sekolah tidak hanya meruntuhkan ruang belajar, tetapi juga mengguncang rasa aman anak-anak. Kita harus ingat bahwa mereka baru saja melewati pengalaman traumatis—terjebak banjir, kehilangan barang, bahkan harus mengungsi,” ujar Kurniasih dalam keterangannya kepada media, Selasa (9/12).

Pasca Bencana, Siswa Sulit Konsentrasi Belajar

Lebih lanjut, Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan. Menurut data laporan di lapangan, banyak anak di pos pengungsian menunjukkan tanda stres seperti mudah menangis, takut berpisah dari orang tua, sulit tidur, hingga kehilangan konsentrasi belajar.

“Pembelajaran di posko pengungsian tidak boleh di samakan dengan pembelajaran reguler. Fasilitas boleh sederhana, tapi pendekatannya harus ramah psikologis. Anak butuh aktivitas pemulihan, bukan tekanan,” tegasnya.

Baca Juga :  LBH Taretan Legal Justitia Warning Seluruh Kades di Sumenep Soal Dana Desa

Ia meminta pemerintah daerah menggandeng konselor sekolah, seperti psikolog, relawan MHPSS, dan tenaga pendidik untuk mengadakan kegiatan trauma healing, kelas kreatif, seni, dan permainan terstruktur.

Kurniasih yang juga sebagai Ketua DPP PKS Bidang Pendidikan dan Kesehatan, mengingatkan bahwa guru bukan sekadar fasilitator pendidikan, mereka juga manusia yang terdampak langsung oleh bencana.

Kondisi Guru Masih Trauma

Banyak guru di Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Pasaman, Padang Pariaman, dan Deli Serdang dilaporkan trauma.

Mereka kehilangan rumah, kendaraan, dokumen pribadi, serta perlengkapan mengajar. Meski trauma, guru masih tetap mengajar di tenda-tenda darurat.

“Guru juga mengalami trauma. Ada guru yang kehilangan rumah dan asetnya, tapi tetap mengajar anak-anak di pengungsian. Stres mereka berat dan kita tidak boleh mengabaikan kondisi mereka,” katanya.

Baca Juga :  Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed

Kurniasih menegaskan bahwa guru juga membutuhkan pendampingan mental, bukan hanya bantuan logistik.

Ia mendesak Kemendikdasmen dan pemerintah daerah untuk menyediakan layanan dukungan psikososial (MHPSS) khusus tenaga pendidik dan siswa, memberi insentif tambahan untuk guru terdampak.

Serta menyediakan ruang aman bagi guru untuk memulihkan kondisi emosionalnya.

Bagi Komisi X, pemulihan kesehatan mental merupakan aspek yang tidak boleh dilewati dalam penanganan darurat pendidikan.

“Anak yang trauma tidak siap belajar. Guru yang lelah secara emosional tidak siap mengajar. Maka pemulihan psikososial harus menjadi pilar utama pemulihan pendidikan pascabencana,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babinsa Pademawu Ajak Pemuda Desa Tanjung Jauhi Bahaya Narkoba
Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep
PMII UNIBA Sororti PR Calon Sekda Sumenep 2026 di Dinas Sebelumnya
Babinsa Koramil Larangan Dampingi Pengeboran Sumber Air Bersih di Desa Larangan Luar
Satlantas Polres Sumenep Amankan Lalu Lintas Pemangkasan Pohon
Apel Ops Keselamatan Semeru 2026, Polres Pamekasan Siapkan Kamseltibcarlantas
Rifa’s Scarf Torehkan Prestasi Gemilang di Fashion Show Trans Icon Mall Surabaya
Satlantas Polres Sumenep Gelar Polisi Sahabat Anak

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:29 WIB

Babinsa Pademawu Ajak Pemuda Desa Tanjung Jauhi Bahaya Narkoba

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:16 WIB

Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:32 WIB

PMII UNIBA Sororti PR Calon Sekda Sumenep 2026 di Dinas Sebelumnya

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:48 WIB

Babinsa Koramil Larangan Dampingi Pengeboran Sumber Air Bersih di Desa Larangan Luar

Senin, 2 Februari 2026 - 11:47 WIB

Apel Ops Keselamatan Semeru 2026, Polres Pamekasan Siapkan Kamseltibcarlantas

Berita Terbaru

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep. (Doc. Istimewa)

News

Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Feb 2026 - 20:16 WIB

Kolom

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Selasa, 3 Feb 2026 - 10:21 WIB

You cannot copy content of this page