Heboh Data Bantuan Untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera, Kementan Bilang Begini

- Publisher

Senin, 8 Desember 2025 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unggahan yang beredar di media sosial tentang data bantuan Kementan

Unggahan yang beredar di media sosial tentang data bantuan Kementan

JAKARTA – Dalam beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan melihat rincian data bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk korban becana alam Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Senin (8/12).

Rincian data itu memperlihatkan tabel berisi sejumlah paket bantuan. Seperti minyak goreng, beras, gula, mie instan dan lain sebagainya untuk diberikan kepada korban bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera dengan total anggaran yang tercantum mencapai Rp73 Miliar.

Dalam tabel rincian yang cepat beredar luas tersebut, publik merasa heran melihat uraian paket yang ditampilkan oleh Kementan.

Namun bukan total anggarannya yang membuat publik heboh. Melainkan rincian data harga barang. Terutama harga beras yang dinilai oleh publik tidak masuk akal.

Dengan kehebohan itu, akhirnya Kementan memberikan klarifikasi resmi terkait data bantuan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera.

Dalam keterangan resminya, melalui Biro Komunikasi Kementan, menyampaikan permohonan maafnya terkait kesalahan dalam menulis satuan pada data bantuan beras yang sempat menghebohkan publik.

Baca Juga :  Istri Kades Galis Sumenep Diduga Potong Dana PKH dan BPNT

“Kementan menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penulisan satuan pada data bantuan beras yang sebelumnya beredar. Volume 21.874 yang tertulis merupakan jumlah paket, masing-masing berisi 5 kg, bukan harga atau volume per kilogram,” tulis pernyataan resminya di akun media sosial X @Kementan, Senin (8/12/2025).

Kementan menjelaskan bahwa data awal yang beredar sebelumnya yang tertulis bernilai 1,3 miliar rupiah dan menyebabkan persepsi keliru karena tidak mencantumkan satuan volume secara rinci.

Baca Juga :  PIN Bukan Rahasia Lagi? Di Mana Nyangkut Uang Guru Ngaji di Balik Program Mulia Sumenep!

Angka 21.874 yang tercantum merupakan jumlah paket beras berisi 5 kilogram per paket, bukan berat dalam kilogram.

Kementan memastikan kesalahan input data rincian bantuan tersebut telah dilakukan perbaikan.

Pihaknya juga menegaskan bahwa bantuan yang dikelola Kementan tidak menggunakan anggaran pembelian dari kementerian.

Semua barang bantuan berasal dari kontribusi berbagai mitra dan pihak yang ingin membantu.

“Terima kasih atas kritik, masukan, dan pengawasan publik. Prioritas kami adalah memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tulisnya.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti
Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj
Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata
Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan
Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif
Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare
Khofifah Gandeng PTA Surabaya Perkuat Kepastian Hukum Ketahanan Keluarga
Seleksi Sekda Sumenep Berujung Polemik, Ketua Komisi I Diduga Langgar Tatib DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:57 WIB

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:33 WIB

Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:59 WIB

Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:18 WIB

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Berita Terbaru

Ilustrasi

News

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Kamis, 22 Jan 2026 - 22:18 WIB

You cannot copy content of this page