SUMENEP – Sebagai upaya nyata dalam menciptakan ruang aman bagi remaja, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja (Unija) sukses menyelenggarakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Dliyaut Tholibin, Desa Sogian, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, pada Sabtu (10/01).
Sebanyak 34 siswa-siswi MA Dliyaut Tholibin mengikuti jalannya acara dengan antusias. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi para siswa mengenai bahaya kekerasan seksual, memberikan panduan mengenai perlindungan diri, serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang bersih dari segala bentuk kekerasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai narasumber, Ebadillah dan Widya Pramitha yang merupakan anggota tim KKN Unija Desa Sogian.
Dalam paparannya, Ebadillah menekankan bahwa pemahaman mengenai batasan berperilaku harus ditanamkan sejak dini.
“Sosialisasi ini sangat penting guna memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya hubungan yang sehat, menjaga privasi, serta menyadari bahwa mereka memiliki hak penuh atas perlindungan tubuh mereka sendiri,” ujar Ebadillah di sela-sela materi.
Materi yang disampaikan mencakup klasifikasi kekerasan seksual, baik yang bersifat verbal maupun non-verbal.
Para peserta diberikan pengetahuan baru mengenai cara membedakan sentuhan yang aman dan tidak aman, serta batasan-batasan etika dalam berinteraksi sosial guna menghindari potensi tindakan menyimpang.
Di sisi lain, Koordinator KKN Unija Desa Sogian menegaskan bahwa aspek terpenting dari edukasi ini adalah pembangunan karakter dan keberanian.
Menurutnya, materi saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan dorongan mental untuk bertindak.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga memberikan arahan langsung dan memotivasi siswa agar memiliki keberanian untuk melapor jika mereka atau orang di sekitar mereka menjadi korban. Sikap diam hanya akan melanggengkan kekerasan,” tegasnya.
Suasana sosialisasi berlangsung dinamis dan interaktif. Untuk menghidupkan diskusi, mahasiswa KKN juga menyediakan doorprize bagi siswa yang aktif bertanya dan berbagi pandangan.
Melalui inisiatif ini, diharapkan para remaja di Desa Sogian dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat, protektif, dan sadar akan hak-hak mereka sebagai anak dan perempuan.












