APMS Desak Pemkab Sumenep Segera Bubarkan PT Sumekar

- Publisher

Kamis, 4 September 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi APMS saat melakukan demonstrasi di depan kantor PT Sumekar.

Massa aksi APMS saat melakukan demonstrasi di depan kantor PT Sumekar.

SUMENEP – Aliansi Penyelamat Masyarakat Sumenep (APMS) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PT Sumekar. Dalam aksi yang digelar pada Kamis (4/9), massa mendesak pemerintah daerah untuk segera membubarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Koordinator aksi, Dedy, menyampaikan sejumlah persoalan yang dialami PT Sumekar termasuk persoalan dana Rp4 miliar yang digelontorkan ke PT Sumekar, menjelang pilkada 2024 yang lalu, menimbulkan persoalan serius.

Diketahui, dana tersebut dikeluarkan Dinas Perkimhub, sementara sang kepala dinas, Yayak Nurwahyudi, juga merangkap sebagai Komisaris Utama sekaligus Direktur Utama PT Sumekar.

Kondisi inilah yang dinilai APMS menjadi bentuk nyata rangkap jabatan yang sarat konflik kepentingan.

“Berdasarkan kajian Aliansi Penyelamat Masyarakat Sumenep (APMS), penggelontoran dana Rp 4 Miliar tersebut sangat sarat konflik kepentingan (conflict of interest). Karena yang menggelontorkan dana tersebut adalah Yayak Nurwahyudi, selaku Kadis Perkimhub sekaligus Kimisaris Utama PT Sumekar,” ungkapnya.

APMS menyebut, pejabat publik yang memanfaatkan kewenangan jabatan demi kepentingan korporasi telah melanggar prinsip tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Semangat Persatuan Pemuda Indonesia untuk Mendukung Keberlanjutan Program Pemerintah Digelorakan Rahayu Saraswati

“Kami menilai, Yayak Nurwahyudi tersebut telah melakukan penyalahgunaan wewenang, di mana pejabat publik telah menggunakan kewenangan jabatannya untuk kepentingan korporasi yang didudukinya hari ini, yakni sebagai Direktur Utama PT Sumekar,” tegas Dedy.

Selain itu, PT Sumekar juga masih menunggak gaji karyawan dan tidak lagi menyetor PAD (pendapatan asli daerah). Kondisi ini disebut semakin membebani keuangan daerah.

“Sungguh malang nasib para karyawan ini. Sudah seperti bekerja kepada penjajah, padahal sudah puluhan tahun kita merdeka,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemdes Pordapor Salurkan BLT Desa Rp900 Ribu untuk 20 Warga

Berikut 5 tuntutan utamaAPMS:

1. Evaluasi serta ganti direksi dan komisaris PT Sumekar.

2. Bubarkan PT Sumekar dan seret Direksi serta Komisaris yang dianggap tidak profesional.

3. Segera lunasi tunggakan gaji karyawan.

4. Menyatakan Bupati gagal memimpin jika tuntutan diabaikan.

5. Mengancam akan mengajak rakyat Sumenep menduduki rumah Bupati bila tidak menemui massa aksi.

Menurut APMS, keberadaan PT Sumekar yang terus merugi justru menjadi beban pemerintah daerah di tengah kondisi keuangan negara yang sedang krisis.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Besok, Pengamal Wahidiyah se Kabupaten Sumenep Akan Selenggarakan Mujahadah Rubu’ussanah
Aceh Terancam Kelaparan, Jubir Pos Komando Bencana Desak Pemerintah Pusat Gerak Cepat
Ramai Donasi Beli Hutan, Komisi IV DPR Bilang Kerusakan Hutan Sudah Sangat Parah
Pansus DPRD Sumenep Temukan Dugaan Pelanggaran Serius di Tambak Udang
Pengakuan Mengejutkan Mbah Tarman: Mahar Palsu, Asalkan Dia Mau
Forum Borobudur pada Munas Khusus IKAL LEMHANNAS 2025 Tidak Lagi Mengakui Jenderal Agum Gumelar Sebagai Ketua Umum
Danrem 084 Tinjau Empat Titik Pembangunan KDKMP di Pamekasan
PERANK dan Baramuda08 Mantapkan Audiensi dengan Kejaksaan Agung RI dan KPK

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:29 WIB

Besok, Pengamal Wahidiyah se Kabupaten Sumenep Akan Selenggarakan Mujahadah Rubu’ussanah

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:53 WIB

Aceh Terancam Kelaparan, Jubir Pos Komando Bencana Desak Pemerintah Pusat Gerak Cepat

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:33 WIB

Ramai Donasi Beli Hutan, Komisi IV DPR Bilang Kerusakan Hutan Sudah Sangat Parah

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:24 WIB

Pengakuan Mengejutkan Mbah Tarman: Mahar Palsu, Asalkan Dia Mau

Kamis, 11 Desember 2025 - 03:52 WIB

Forum Borobudur pada Munas Khusus IKAL LEMHANNAS 2025 Tidak Lagi Mengakui Jenderal Agum Gumelar Sebagai Ketua Umum

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page