MALANG – Pengurus Pusat Aktivis Peneleh menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi kebangsaan yang memanas di berbagai daerah, khususnya atas konflik yang memakan korban jiwa di Jakarta. Hal ini disampaikan langsung oleh Ahmad Tsiqqif Asyiqullah, mewakili jajaran kepengurusan pusat, Minggu (31/8).
Dalam pernyataan resminya, Aktivis Peneleh menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Affan Kurniawan dan para korban aksi massa lain di sejumlah daerah.
“Bagi kami, satu nyawa bukanlah hal yang patut diacuhkan untuk dibiarkan begitu saja. Kasus ini harus diusut tuntas dan dipertanggungjawabkan oleh pemerintah beserta aparat,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Aktivis Peneleh menyoroti peran elite politik, terutama DPR, yang dinilai abai terhadap keresahan rakyat. Mereka mendesak agar DPR benar-benar mendengarkan aspirasi masyarakat, terutama terkait kebijakan pajak yang kian menjerat, sementara berita mengenai meningkatnya tunjangan dan gaji DPR terus mengemuka.
“Aktivis Peneleh mendorong gerakan kembali ke sistem syuro, bukan demokrasi liberal,” tambah Ahmad.
Tidak hanya itu, aparatur pemerintahan, khususnya kepolisian, turut menjadi sorotan. Aktivis Peneleh menuntut reformasi total atas kinerja Polri dan mendesak Presiden Prabowo untuk menurunkan jabatan Kapolri serta Kapolda di daerah yang menunjukkan kelalaian dalam bertugas.
“Integritas kepolisian harus dievaluasi secara konkret, khususnya terkait kebijakan pengamanan, pengayoman, serta penertiban publik yang semestinya dijalankan secara netral,” tegasnya dalam pernyataan tersebut.
Kepada para aktivis di berbagai regional, Ahmad Tsiqqif Asyiqullah mengajak agar tetap berjuang bersama rakyat. “Jangan tumbang di jalan. Dipersilakan berbaur dengan gelombang massa sesuai aliansi masing-masing untuk menyuarakan kebenaran,” ujarnya.
Sebagai solusi, Aktivis Peneleh mendorong adanya konsolidasi antargolongan untuk membicarakan sekaligus merumuskan rekomendasi kebangsaan guna mengurai kekacauan yang terjadi di Indonesia.