SURABAYA – Semangat kepemimpinan tokoh legendaris Sumenep, Arya Wiraraja, kembali menemukan bentuk nyatanya di tangan generasi muda, Sabtu (17/1).
Dua pemuda asal Kabupaten Sumenep sukses membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing dan bersinar di tengah ketatnya dinamika Kota Surabaya.
Adalah Ahmad Fakhir Ayadi, mahasiswa aktif Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dan MH Agiel Taghziyat, mahasiswa aktif Poltekkes Kemenkes Surabaya, yang tampil percaya diri membawa visi bisnis progresif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keduanya mendapat apresiasi langsung dari sejumlah Duta se-Jawa Timur serta deretan influencer muda Surabaya yang hadir memberikan dukungan.
Pembuktian tersebut diwujudkan melalui sebuah eksekusi ide bisnis kreatif bertajuk “Night of Glory: Rogzi Mansion”, yang dirangkai sekaligus dengan seremoni Grand Opening RiFa’s Scarf.
Acara ini bukan sekadar peresmian unit usaha, melainkan panggung eksistensi dan kepemimpinan anak muda Madura di tanah perantauan.
Kegiatan ini digelar di Aula Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya, Sabtu, 10 Januari 2026. Pemilihan lokasi dinilai strategis karena Surabaya merupakan barometer ekonomi Jawa Timur, sekaligus menjadi ruang pembuktian bahwa pemuda Sumenep mampu beradaptasi dan berkompetisi di level regional.
Melalui konsep acara yang estetik, elegan, dan berkelas dengan nuansa “mansion”, para founder berhasil menarik perhatian berbagai stakeholder, tokoh muda, hingga pembuat opini publik di Surabaya untuk melihat langsung kualitas produk RiFa’s Scarf.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mematahkan stigma bahwa inovasi dari daerah sulit menembus pasar besar.
Sebaliknya, mereka ingin menunjukkan bahwa pemuda yang lahir di bumi Arya Wiraraja memiliki mentalitas kepemimpinan, keberanian bermimpi, serta daya saing tinggi.
Menutup rangkaian acara, founder RiFa’s Scarf menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda agar tidak takut memulai dan berkembang.
“Setiap garis memiliki arti, setiap warna membawa pesan. Jangan biarkan mimpimu hanya terpendam dalam diam. Bangkitlah sebagai bukti bahwa usaha terkecilmu hari ini adalah cahaya bagi masa depanmu,” ujarnya.
Acara ini diharapkan menjadi wadah bagi anak muda, khususnya di Kota Surabaya, untuk mengembangkan potensi diri melalui ruang-ruang kreatif, sekaligus menegaskan bahwa keberanian bermimpi adalah langkah awal menuju karya yang bermakna bagi sesama.












