Bamsoet: Industri Direct Selling Bisa Jadi Penopang Ekonomi Nasional di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

- Publisher

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Bambang Soesatyo, menuturkan industri direct selling atau penjualan langsung memiliki peluang besar menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Direct selling menawarkan model usaha yang relatif adaptif di saat banyak sektor formal menghadapi tekanan.

Fleksibilitas waktu, kebutuhan modal yang terjangkau, serta kemampuan menjangkau konsumen secara langsung membuat industri ini tetap bergerak ketika ekonomi global melambat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Direct selling memberi peluang bagi masyarakat untuk tetap produktif dan memperoleh penghasilan tanpa terikat jam kerja kaku. Di saat lapangan kerja formal menyempit, direct selling hadir sebagai alternatif nyata. Jutaan orang bisa tetap bergerak, tetap berpenghasilan, dan tetap berkontribusi pada ekonomi,” ujar Bamsoet saat menghadiri APLI Awards 2025 di Jakarta, Sabtu malam (13/12).

Baca Juga :  Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Dorong Penyederhanaan Regulasi Nasional

Hadir antara lain Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Soffan Shofwan, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Septo Soepriyatno, Ketum APLI Andam Dewi serta Sekjen APLI ⁠Ina Rachman.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, data Kementerian Perdagangan menunjukkan industri direct selling di Indonesia melibatkan sekitar 5,3 juta mitra usaha dan berkontribusi lebih dari Rp 16 triliun terhadap penerimaan negara.

Di tingkat global, data World Federation of Direct Selling Associations (WFDSA) mencatat nilai penjualan langsung dunia pada tahun 2024 mencapai sekitar US$ 164 miliar dengan lebih dari 104 juta distributor independen.

Baca Juga :  Catatan Politik Bamsoet: Langkah Awal Pemulihan Sektor Industri dan UMKM

“Menariknya, lebih dari 72 persen pelaku direct selling di dunia adalah perempuan. Artinya, sektor ini juga berperan besar dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Direct selling sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak luas,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menjelaskan, kekuatan utama direct selling terletak pada kemampuannya menyerap tenaga kerja secara luas, terutama di segmen non formal.

Ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja paruh waktu, hingga pelaku usaha mikro dapat masuk ke ekosistem ini tanpa prosedur berbelit.

Selain penghasilan, para mitra juga mendapatkan pengalaman kewirausahaan, mulai dari pemasaran, komunikasi, hingga pengelolaan jaringan pelanggan.

“Potensi besar tersebut harus diiringi dengan tata kelola yang sehat. Pertumbuhan industri direct selling tidak boleh hanya diukur dari bertambahnya jumlah mitra, melainkan dari kuatnya penjualan produk nyata dan kepuasan konsumen,” papar Bamsoet.

Baca Juga :  Catatan Politik Bamsoet: Soeharto dan Fakta Legasi yang Tak Terbantahkan

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, masa depan industri direct selling Indonesia akan ditentukan oleh tiga hal utama, yakni inovasi, kepercayaan, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Inovasi diperlukan agar industri mampu bersaing di era digital. Kepercayaan menjadi fondasi agar masyarakat mau terlibat dan berbelanja.

Sementara pertumbuhan berkelanjutan memastikan bahwa manfaat ekonomi dirasakan luas, bukan hanya oleh segelintir pihak.

“Jika dikelola dengan benar, direct selling bisa menjadi salah satu pilar ekonomi inklusif Indonesia. Bukan sekadar sarana jualan, tetapi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat di tengah tantangan global,” pungkas Bamsoet. (*)

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti
Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj
Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata
Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan
Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif
Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare
Khofifah Gandeng PTA Surabaya Perkuat Kepastian Hukum Ketahanan Keluarga
Seleksi Sekda Sumenep Berujung Polemik, Ketua Komisi I Diduga Langgar Tatib DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:57 WIB

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:33 WIB

Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:59 WIB

Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:18 WIB

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Berita Terbaru

Ilustrasi

News

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Kamis, 22 Jan 2026 - 22:18 WIB

You cannot copy content of this page