PAMEKASAN – Rencana penyambutan kepulangan Valen, runner-up Dangdut Academy (DA) 7, di Pamekasan, Jawa Timur, terancam batal, Rabu (31/12).
Polemik mencuat setelah beredar kabar pihak keluarga Valen memilih menarik diri dari panitia penyambutan yang telah dibentuk.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengungkapkan adanya perubahan sikap dari pihak keluarga Valen yang memilih menarik diri dari rencana penyambutan yang sebelumnya disusun panitia bentukan Pemkab Pamekasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada rencana dari keluarga Valen yang menarik diri dari perencanaan panitia pemkab, sehingga berencana mencari sponsor yang lain,” ungkapnya Selasa (30/12).
KH. Kholil, sapaan akrabnya, menyebut perencanaan agenda masih mengalami perubahan dan belum dapat diumumkan secara resmi kepada publik.
“Saya hanya bisa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada pecinta Valen, karena sampai saat ini semuanya masih pasang surut. Semuanya masih dalam perkembangan dan belum ada kepastian terakhir,” terangnya.
Kondisi itu membuat rencana penyambutan semakin tidak menentu. Meski demikian, Bupati berharap seluruh pihak dapat menyikapi situasi tersebut secara bijak dan mengedepankan kepentingan bersama demi menjaga kondusivitas daerah.
“Terkadang kita harus mundur satu langkah agar yang lain bisa maju satu langkah, supaya berada pada baris yang sama,” tegasnya.
Di lain pihak, CEO Bawang Mas Group, H. Hairul Umam, atau yang lebih dikenal dengan H. Her, memiliki pandangan yang sedikit berbeda. Ia menilai antusiasme warga untuk menyambut putra daerah tersebut tidak bisa serta-merta langsung ditolak.
“Menurut saya, antusiasme warga terhadap Valen yang telah berjuang dan berprestasi tidak bisa langsung dipotong (tak disetujui) satu kali, namun harus sesuai dengan adab,” ujarnya dalam sebuah tayangan TikTok yang beredar luas, Rabu (31/12).












