PAMEKASAN – Nama Perum Bulog Cabang Pamekasan tengah menjadi sorotan publik menyusul mencuatnya dugaan serius bahwa salah satu fasilitas negara tersebut disalahgunakan untuk aktivitas pesta seks dan narkoba.
Isu ini memantik kegaduhan dan kemarahan masyarakat, mengingat Bulog merupakan lembaga strategis negara yang seharusnya steril dari segala bentuk penyimpangan moral dan hukum, Kamis (18/12).
Informasi yang beredar luas di tengah masyarakat menyebutkan adanya aktivitas mencurigakan yang terjadi di lingkungan Bulog Pamekasan pada waktu-waktu tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika dugaan ini benar, maka peristiwa tersebut tidak hanya mencoreng nama institusi, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan penyalahgunaan aset negara secara terang-terangan.
Publik menilai, dugaan ini tidak boleh dibiarkan mengendap tanpa kejelasan. Aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), didesak segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh, transparan, dan tanpa pandang bulu.
Tidak boleh ada upaya melindungi oknum, apalagi jika melibatkan pejabat atau pihak internal.
“Bulog itu lembaga negara, bukan tempat hiburan malam, apalagi arena pesta narkoba dan seks. Kalau ini benar, maka ini kejahatan serius,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Pamekasan yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan, awak media telah mengajukan permohonan konfirmasi kepada pimpinan Perum Bulog Sub Divre XII Madura Pamekasan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada respons atau klarifikasi yang disampaikan.
Sikap diam ini justru memperkuat tuntutan publik agar dilakukan audit internal dan investigasi eksternal secara terbuka.
Masyarakat Pamekasan menegaskan, kasus ini tidak boleh berhenti sebagai isu liar. Harus ada penjelasan, pembuktian, dan penindakan hukum.
Jika terbukti, pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun jika tidak, Bulog wajib membersihkan namanya secara transparan.












