BSPS Gapura Disorot: Identitas Diduga Dipalsukan, Bantuan Cuma Rp7 Juta

- Publisher

Jumat, 22 Agustus 2025 - 04:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

SUMENEP – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2024 di Desa Panagen, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, kembali menuai kritik tajam. Sejumlah penerima bantuan menilai penyaluran bantuan tidak transparan dan jauh dari nominal anggaran yang ditetapkan pemerintah.

Dari total anggaran senilai Rp20 juta per penerima, salah satu warga mengaku hanya mendapatkan material bangunan dengan nilai sekitar Rp7.141.000. Material itu berupa batu karang, batu putih, pasir, semen, genting, hingga paku. Jumlah tersebut jelas tidak sebanding dengan nilai bantuan yang seharusnya diterima.

Baca Juga :  Babinsa Batumarmar Dampingi Petani Jagung di Desa Lesong Laok

“Harusnya dana Rp20 juta itu dipakai untuk memperbaiki rumah penerima. Tapi nyatanya, barang yang diterima tidak sampai separuh dari anggaran,” ungkap salah satu penerima bantuan yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, warga penerima justru masih harus menambah biaya sendiri untuk membeli bahan tambahan seperti pasir pasang, handel pintu, hingga peralatan kerja. Kondisi ini menambah kecurigaan adanya praktik penyimpangan dalam distribusi BSPS.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Syafiuddin Tegaskan Program BSPS di Sumenep Bukan Masuk Usulannya

Tak berhenti di situ, dugaan lain juga mencuat terkait pemalsuan identitas. Seorang warga berinisial U menuturkan, KTP miliknya diduga dipakai oleh aparatur desa berinisial TE untuk kepentingan program tersebut.

Temuan ini memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran bantuan perumahan bagi masyarakat kurang mampu di Panagen.

Hingga berita ini dirilis, redaksi TimesIN masih berupaya menghubungi Kepala Desa Panagen guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait dugaan penyimpangan program BSPS tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumenep Tunda Serahkan Rekomendasi Komisi III Soal Galian C ke APH, Pilih Langkah Berbeda!

Berikut rincian bahan bangunan yang diterima penerima program:

Batu Karang 1 truk dump: Rp600.000

Batu Putih 2.250: Rp1.200.000

Pasir Hitam 1 pick up: Rp500.000

Semen 13 bantal: Rp624.000

Adhek 1 set: Rp1.300.000

Genting 1.200: Rp1.400.000

Genting Dakop 35: Rp87.500

Rengreng 75: Rp900.000

Totop 4: Rp300.000

Paku 7 kilo: Rp150.000

Loster 4: Rp80.000

Total nilai barang yang diterima: Rp7.141.000.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Merasa Dipermainkan, Anggota Laporkan Kapoktan Surya Tani ke DKPP Sumenep
Klaim Ketua Poktan Soal Handtraktor Picu Protes Anggota
Korluh Lenteng Pastikan Monitoring Bantuan Handtraktor Meddelan
Bantuan Handtraktor Poktan Meddelan Dipertanyakan Warga
Aktivis Desak Kemenkeu RI Hentikan Realisasi Anggaran MBG ke Sumenep
Sosialisasi Penerapan Kompos Metode Ember Bertumpuk di Desa Kelbung Bangkalan
Kodim 0826/Pamekasan Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dan Sinergi Informasi
Mahasiswa KKN Unija Pasang Petunjuk Jalan Desa Sogian

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:53 WIB

Merasa Dipermainkan, Anggota Laporkan Kapoktan Surya Tani ke DKPP Sumenep

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:35 WIB

Klaim Ketua Poktan Soal Handtraktor Picu Protes Anggota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:57 WIB

Korluh Lenteng Pastikan Monitoring Bantuan Handtraktor Meddelan

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:12 WIB

Bantuan Handtraktor Poktan Meddelan Dipertanyakan Warga

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:02 WIB

Sosialisasi Penerapan Kompos Metode Ember Bertumpuk di Desa Kelbung Bangkalan

Berita Terbaru

INSPIRATIF: Dua sosok pemuda asal Sumenep berhasil menggagas bisnis kreatif di Surabaya.

Ekonomi

Pemuda Sumenep Guncang Surabaya Lewat Bisnis Kreatif

Sabtu, 17 Jan 2026 - 22:04 WIB

You cannot copy content of this page