Update Terbaru Korban Bencana Aceh Tamiang: 57 Orang Meninggal, 262 Ribu Masih Mengungsi

- Publisher

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban banjir dan longsor di Aceh Taming (Foto/Antara)

Korban banjir dan longsor di Aceh Taming (Foto/Antara)

ACEH – Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terus bertambah.

Data jumlah korban terbaru yang berhasil dicatat, hingga Sabtu (6/12) ada 57 orang warga yang dilaporkan meninggal dunia.

Selain meningal dunia 23 orang hingga saat ini dilaporkan hilang dan 18 orang warga lainnya mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban meninggal dunia bertambah dibanding laporan sebelumnya,” kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, dilansir dalam keterangan resminya, Minggu (7/12).

Baca Juga :  Pro Petani, DPD Tani Merdeka Sumenep Apresiasi Langkah Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi

Saat ini Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, bersama tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap warga yang hilang.

Selain itu pihaknya saat ini juga masih melakukan pendataan terkait kerusakan rumah warga dan sejumlah sarana fasilitas yang rusak parah di Aceh Tamiang.

Dari laporan Posko Komando, ada 2.262 rumah rusak, termasuk 780 unit rusak berat dan 35 unit rusak sedang.

Sarana kesehatan juga ikut terdampak dengan 1 unit rusak, sementara data kerusakan berat masih belum masuk.

Baca Juga :  Tak Terima Layangannya Putus, Pria di Sumenep Hajar Anak Dibawah Umur

Sementara itu, fasilitas pendidikan dilaporkan ada 54 sekolah yang mengalami kerusakan, ditambah 3 unit sekolah rusak berat.

Kerusakan juga terjadi pada tempat ibadah, 33 tempat ibadah dilaporkan rusak dan 2 tempat ibadah lainnya rusak berat.

Kemudian sarana perkantoran yang terdampak mencapai 32 unit, dan 1 unit mengalami rusak berat. Infrastruktur transportasi pun lumpuh dengan 2 jembatan rusak dan 1 jembatan putus total.

“Kerusakan fasilitas juga terus kami data karena akses ke beberapa lokasi masih terputus, terutama akibat jembatan yang hanyut,” ujarnya.

Baca Juga :  Janji Penanganan Longsor Desa Daleman Tak Kunjung Ditepati

Hingga saat ini total korban yang mengungsi dari 12 Kecamatan atau seluruh kecamatan di Aceh Tamiang tercatat ada 262.087 jiwa.

Sementara, 36.838 jiwa lainnya yang terdampak banjir memilih untuk tidak mengungsi.

Petugas gabungan, relawan, TNI/Polri, dan BPBD masih bekerja keras melakukan evakuasi di berbagai titik, terutama di kecamatan yang aksesnya sulit.

Pemerintah Aceh mengimbau warga tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti
Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj
Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata
Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan
Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif
Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare
Khofifah Gandeng PTA Surabaya Perkuat Kepastian Hukum Ketahanan Keluarga
Seleksi Sekda Sumenep Berujung Polemik, Ketua Komisi I Diduga Langgar Tatib DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:57 WIB

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:33 WIB

Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:59 WIB

Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:18 WIB

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Berita Terbaru

Ilustrasi

News

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Kamis, 22 Jan 2026 - 22:18 WIB

You cannot copy content of this page