Ungkap Carut Marutnya Pelayanan Puskesmas di Bluto, Kuasa Hukum Minta Seluruh CCTV Dibuka

- Publisher

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puskemas Bluto (Doc/TimesIn)

Puskemas Bluto (Doc/TimesIn)

SUMENEP – Keluarga korban atas nama Halipah (40), pasien yang meninggal dunia saat sedang dirawat di Puskesmas Bluto, Sumenep, Jawa Timur terus menuntut keadilan.

Pihak keluarga Halipah, melalui kuasa hukumnya meminta untuk membuka seluruh rekaman kamera pemantau atau CCTV yang ada di Puskesmas Bluto.

Dari rekaman kamera CCTV tersebut, nanti akan terlihat carut marutnya pelayanan Puskesmas saat menangani pasien dan saat pasien dilakukan perawatan hingga pasien dinyatakan meninggal dunia.

“CCTV itu menjadi petunjuk bagaimana proses penanganan yang dilakukan oleh petugas kepada pasien. Makanya pihak dinas terkait harus membuka itu,” kata Zainorrozi Direktur LBH Taretan Legal Justitia, pendamping hukum keluarga pasien, Kamis (4/12).

Dari hasil kajian sementara lanjut Zainorrozi, juga terdapat temuan adanya dugaan perbedaan data. Salah satunya perbedaan data terkait jadwal rujukan Puskesmas dan temuan dugaan kosongnya tabung oksigen.

Baca Juga :  Anggota LSM Bikin Ricuh, HMI Sumenep Desak Bakesbangpol Perkuat Profesionalisme Lembaga LSM

“Itu sangat urgen untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Rekaman CCTV itu bagi kami wajib dibuka dan pasti kami minta nanti,” ujarnya.

Selain itu pihaknya berjanji akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas dan terang.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas, termasuk nanti akan menempuh jalur hukum jika diperlukan,” tegas dia.

Sebelumnya Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah mengaku akan melakukan audit secara menyeluruh atas meninggalnya Halipah, dan hasilnya akan disampaikan kepada Bupati Sumenep.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Soroti Pabrikan Rokok Tak Produktif

Sebagai langkah untuk mencari keadilan, keluarga pasien sudah dua kali melakukan audiensi dengan Dinkes dan P2KB Sumenep.

Dari hasil audensi itu, Sinkes P2KB Sumenep bersikukuh bahwa penanganan pasien yang meninggal dunia di Puskesmas telah dijalankan sesuai prosedur.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti
Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj
Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata
Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan
Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif
Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare
Khofifah Gandeng PTA Surabaya Perkuat Kepastian Hukum Ketahanan Keluarga
Seleksi Sekda Sumenep Berujung Polemik, Ketua Komisi I Diduga Langgar Tatib DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:57 WIB

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:33 WIB

Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:59 WIB

Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:18 WIB

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Berita Terbaru

Ilustrasi

News

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Kamis, 22 Jan 2026 - 22:18 WIB

You cannot copy content of this page