Pupuk Langka dan Harga Liar, DPD Tani Merdeka Bongkar Dugaan Permainan Kios di Pamekasan 

- Publisher

Selasa, 18 November 2025 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD Tani Merdeka Basri saat Audiensi di Gedung DPRD Pamekasan

Ketua DPD Tani Merdeka Basri saat Audiensi di Gedung DPRD Pamekasan

PAMEKASAN – Aroma busuk tata niaga pupuk di Kabupaten Pamekasan kembali mencuat. Ketua DPD Tani Merdeka, Basri, datang langsung ke DPRD dengan nada tinggi dan data lapangan yang dianggap tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Dua persoalan klasik kelangkaan pupuk dan harga yang melambung liar kini berubah menjadi dugaan permainan terstruktur yang diduga melibatkan sejumlah kios nakal. Selasa (18/11/2025)

 

Dalam audiensi yang berlangsung panas, Basri menyebut dugaan mark up harga oleh beberapa kios bukan lagi sekadar isu, tetapi sudah menjadi “penyakit lama” yang sengaja dibiarkan tumbuh. Ia menegaskan bahwa harga pupuk di lapangan jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah dipatok Kementerian Pertanian, namun sejumlah kios “nekat” menjual dengan harga yang tak masuk akal.

 

“Ada kios yang menjual pupuk bersubsidi dengan harga yang melampaui HET. Ini bukan salah urus lagi, ini sudah permainan. Petani dicekik oleh pihak-pihak yang memanfaatkan kelangkaan sebagai ladang bisnis gelap,” tegas Basri di hadapan para legislator.

 

Menurutnya, petani di desa-desa harus membayar harga dua hingga tiga kali lipat dari ketentuan. Ironisnya, pupuk bersubsidi yang seharusnya menjadi penopang produksi malah berubah menjadi komoditas yang diperdagangkan sesuka hati oleh oknum-oknum pengendali kios.

 

“Petani kami bukan sapi perahan. Jangan jadikan kelangkaan sebagai alasan untuk menjarah hak mereka,” tambahnya.

Baca Juga :  Carut-Marut Aset DPUTR Sumenep: Aspal Tak Diawasi, Tack Coat Cuma Sisa Air!

 

Basri menduga ada pola permainan mulai dari distribusi hingga pengecer. Ia menilai kelangkaan pupuk ini terlalu berulang untuk disebut kebetulan. “Kalau semua pihak menjalankan aturan, tidak mungkin pupuk setipis ini di lapangan. Ada yang menahan, ada yang memainkan harga. Jangan bodohi petani,” ucapnya.

 

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Tabri S Munir, mengatakan kami sudah mengambil langkah dan investigasi ke pabrik pupuk Indonesia berdasarkan laporan dari masyarakat. Kami juga memanggil dinas terkait, distributor, dan para pemilik kios untuk mengklarifikasi pola distribusi yang selama ini menjadi titik rawan permainan. Namun Basri tak ingin janji tinggal janji.

Baca Juga :  Tega Buang Istri Siri ke Jurang, Pelaku Ditangkap Kurang 24 Jam

 

“Berdasarkan laporan dari masyarakat dan teman-teman dari DPD Tani Merdeka sementara ada empat Kios pupuk di Pamekasan yang diduga telah melakukan mark up harga diatas ketentuan,” katanya.

 

Audiensi itu menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Di balik rak-rak kios yang tampak biasa, tersimpan dugaan permainan harga yang menekan ribuan petani Pamekasan yang sedang berjuang menjaga hasil panen mereka.

 

Basri menegaskan perjuangan ini bukan sekadar kisruh soal pupuk, tapi soal harga diri petani.

 

“Kalau negara hadir hanya dalam bentuk aturan, tapi tidak hadir dalam pengawasan, maka petani tetap menjadi korban. Dan kami tidak akan diam,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Nataru, Capt. Hakeng Tegaskan Pelarangan Mobil Listrik di Kapal Feri Demi Keselamatan Publik
98 Resolution Network Bagikan Paket Banpres Tali Kasih Natal untuk Masyarakat Rentan Ekonom di Berbagai Daerah
Bamsoet: Industri Direct Selling Bisa Jadi Penopang Ekonomi Nasional di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia
Babinsa Batumarmar Dampingi Petani Jagung di Desa Lesong Laok
Bamsoet Ingatkan Tingginya Kebocoran Pajak Ancam Kedaulatan Fiskal Indonesia
GMH Kawal Prabowo–Gibran hingga 2029, Stabilitas Nasional Jadi Kunci Keberlanjutan Demokrasi
KAMMI Surabaya Satukan Doa dan Aksi dalam Pembukaan RAKORNAS II
Babinsa Tlanakan Dampingi Pendataan Ulang Data Warga

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:38 WIB

Jelang Nataru, Capt. Hakeng Tegaskan Pelarangan Mobil Listrik di Kapal Feri Demi Keselamatan Publik

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:59 WIB

98 Resolution Network Bagikan Paket Banpres Tali Kasih Natal untuk Masyarakat Rentan Ekonom di Berbagai Daerah

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:38 WIB

Bamsoet: Industri Direct Selling Bisa Jadi Penopang Ekonomi Nasional di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:09 WIB

Babinsa Batumarmar Dampingi Petani Jagung di Desa Lesong Laok

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:51 WIB

Bamsoet Ingatkan Tingginya Kebocoran Pajak Ancam Kedaulatan Fiskal Indonesia

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page