NSK Bearing Manufakturing Indonesia di Kawasan MM2100 Digeruduk Ratusan Massa

- Publisher

Sabtu, 6 Desember 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Ratusan massa dari warga Desa Gandamekar dan masyarakat sekitar kawasan industri MM2100 menggelar aksi demonstrasi di depan PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (4/12).

Aksi tersebut dipicu oleh rencana PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia yang akan melakukan tender pengelolaan limbah yang dinilai sepihak.

Para demonstran menilai tender ini seakan ingin menyingkirkan PT Cahaya Bulan Permata, perusahaan lokal yang selama ini didukung warga setempat dan telah lama berkontribusi terhadap lingkungan.

Rojali, koordinator aksi, menjelaskan bahwa kerja sama pengelolaan limbah antara PT Cahaya Bulan Permata dengan PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia telah terjalin selama bertahun-tahun sebagai bentuk kearifan lokal.

“Kami sudah bertahun-tahun bekerja sama. Di November tahun ini kami juga sudah menerima Surat Perintah Kerja (SPK) tripartit. Tapi tiba-tiba kemudian terbitlah pengumuman akan dilakukan tender,” ujar Rojali saat ditemui di lokasi aksi.

Baca Juga :  FH UMM Luncurkan Ruang Simulasi Digital Praktikum Hukum

Dia mempertanyakan dasar dilakukannya tender tersebut, mengingat SPK tripartit yang telah diterbitkan masih berlaku hingga November tahun depan.

“Kami bingung atas dasar apa mereka melakukan tender, padahal SPK tripartit itu habisnya November tahun depan,” ungkapnya.

Rojali menegaskan, PT Cahaya Bulan Permata telah memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

Menurutnya, rencana tender ini terkesan ingin menggusur perusahaan lokal yang selama ini telah menjalin hubungan baik dengan warga.

Karena itu, para demonstran mendesak pihak manajemen PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia untuk membatalkan rencana tender tersebut guna menghindari kegaduhan yang lebih besar.

Baca Juga :  Kasus Penyerobotan Tanah di Errabu Mandek, Kuasa Hukum Desak Polisi Bertindak

“Kami mendesak pihak manajemen membatalkan tender supaya tidak ada kegaduhan. Harusnya kearifan lokal dirangkul, jangan diabaikan dan bila perlu dibina jika memang kami ada kekurangan administrasi,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia terkait tuntutan para demonstran. *(Red/Sky).

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti
Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj
Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata
Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan
Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif
Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare
Khofifah Gandeng PTA Surabaya Perkuat Kepastian Hukum Ketahanan Keluarga
Seleksi Sekda Sumenep Berujung Polemik, Ketua Komisi I Diduga Langgar Tatib DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:57 WIB

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:33 WIB

Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:59 WIB

Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:18 WIB

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Berita Terbaru

Ilustrasi

News

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Kamis, 22 Jan 2026 - 22:18 WIB

You cannot copy content of this page