Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare

- Publisher

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG Pakamben Laok

Menu MBG Pakamben Laok

SUMENEP – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, keluhan datang dari wali murid siswa penerima MBG di SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

SPPG yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi tersebut dipertanyakan pengawasannya setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami sakit perut hingga diare usai menyantap menu MBG pada 21 Januari 2026.

Salah satu wali murid mengungkapkan, anaknya mulai mengeluh sakit perut pada malam hari setelah mengonsumsi MBG dengan lauk utama ayam bakar yang diduga tidak matang sempurna.

“Tadi malam anak saya mengeluh sakit perut setelah makan MBG. Katanya ayamnya terlihat masih setengah matang, bagian dalamnya merah dan berbau,” ucapanya dengan nada kecewa, Kamis (22/1).

Ia menyebut, keluhan serupa juga dialami siswa lain. Hal itu semakin menguatkan dugaan bahwa menu MBG yang dibagikan tidak layak konsumsi.

“Pas saya tanya kepada wali murid yang lain, ternyata sama anaknya mengalami hal yang sama. Saya yakin ini karena ayamnya yang tidak matang dibagikan ke anak-anak (siswa),” tambahnya.

Baca Juga :  Protes Jalan Rusak, Warga Guluk-Guluk Tanam Pohon Pisang

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran serius terkait lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG. Mulai dari proses pengolahan makanan, standar kebersihan dapur, hingga mekanisme pengawasan kualitas sebelum makanan dibagikan ke siswa dinilai perlu dievaluasi.

“Program ini niatnya baik, tapi kalau asal-asalan justru membahayakan kesehatan anak-anak. Ini bukan soal kenyang, tapi soal keselamatan,” tegasnya.

Tak hanya menu ayam bakar, wali murid juga menyoroti pembagian susu merek Cimory yang dinilai rutin disertakan dalam paket MBG. Menurutnya, produk tersebut disebut tidak baik bagi kesehatan dan bahkan tidak diperbolehkan dalam ketentuan program MBG.

Baca Juga :  Peredaran Rokok Ilegal Nexus Marak di Pamekasan, Diduga Libatkan Oknum DPRD 

Fakta ini memunculkan tanda tanya besar terkait kepatuhan pengelola SPPG terhadap regulasi yang berlaku. Jika benar terjadi pelanggaran, maka pengelola dinilai lalai dan berpotensi mencederai tujuan utama program MBG sebagai upaya peningkatan gizi dan kesehatan siswa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 maupun Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan wali murid dan dugaan menu MBG yang menyebabkan siswa mengalami diare.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babinsa Pademawu Ajak Pemuda Desa Tanjung Jauhi Bahaya Narkoba
Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep
PMII UNIBA Sororti PR Calon Sekda Sumenep 2026 di Dinas Sebelumnya
Babinsa Koramil Larangan Dampingi Pengeboran Sumber Air Bersih di Desa Larangan Luar
Satlantas Polres Sumenep Amankan Lalu Lintas Pemangkasan Pohon
Apel Ops Keselamatan Semeru 2026, Polres Pamekasan Siapkan Kamseltibcarlantas
Rifa’s Scarf Torehkan Prestasi Gemilang di Fashion Show Trans Icon Mall Surabaya
Satlantas Polres Sumenep Gelar Polisi Sahabat Anak

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:29 WIB

Babinsa Pademawu Ajak Pemuda Desa Tanjung Jauhi Bahaya Narkoba

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:16 WIB

Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:32 WIB

PMII UNIBA Sororti PR Calon Sekda Sumenep 2026 di Dinas Sebelumnya

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:48 WIB

Babinsa Koramil Larangan Dampingi Pengeboran Sumber Air Bersih di Desa Larangan Luar

Senin, 2 Februari 2026 - 11:47 WIB

Apel Ops Keselamatan Semeru 2026, Polres Pamekasan Siapkan Kamseltibcarlantas

Berita Terbaru

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep. (Doc. Istimewa)

News

Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Feb 2026 - 20:16 WIB

Kolom

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Selasa, 3 Feb 2026 - 10:21 WIB

You cannot copy content of this page