Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia Minta TNI/Polri Turun Tangan, Tangani Pelecehan Bendera Merah Putih Disejajarkan Bajak Laut

- Publisher

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timesin, Jakarta – Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia, Indria Febriansyah, S.E., M.H., mengecam keras aksi penyandingan bendera bajak laut dengan bendera Merah Putih. Dimana diduga dilakukan oleh sejumlah oknum anak muda dari generasi Z, dalam sebuah kegiatan publik.

Menurut Indria, tindakan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap simbol negara dan pengkhianatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa.

“Pendahulu kita, para pahlawan, mengorbankan nyawa hanya untuk bisa mengibarkan Merah Putih di bumi pertiwi. Tapi hari ini ada sekelompok anak muda yang justru menyandingkannya dengan simbol bajak laut — ini bukan sekadar kebodohan, ini penghinaan terhadap harga diri bangsa,” tegas Indria dalam keterangannya, Jumat (1/8/2025).

Lebih lanjut, Indria menilai bahwa tindakan tersebut tidak bisa dianggap remeh atau hanya sebagai ekspresi kebebasan kreatif. Ia meminta aparat negara, khususnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), untuk segera turun tangan mengamankan dan menertibkan aksi semacam ini yang dinilai telah melecehkan kedaulatan negara.

“TNI/Polri tidak boleh diam. Ini bukan soal opini, ini soal kehormatan nasional. Negara tidak boleh membiarkan simbol perjuangan rakyat diperlakukan sejajar dengan simbol perompak. Jika ini dibiarkan, maka semangat nasionalisme anak-anak muda kita akan hancur total,” ujar Indria.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Pendukung Presiden Prabowo Sampaikan Pernyataan Sikap di Monas

Ia juga menekankan perlunya edukasi nasionalisme yang berkelanjutan kepada generasi muda agar mereka tidak terseret pada arus budaya pop yang menyesatkan dan menjauh dari nilai-nilai kebangsaan. Indria mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama lembaga pendidikan dan organisasi kebudayaan, untuk bersama-sama menjaga kesakralan simbol negara.

“Merah Putih bukan hiasan. Ia adalah jiwa bangsa. Menyandingkannya dengan bendera bajak laut bukan hanya pelecehan, tapi peringatan bagi kita semua bahwa pendidikan karakter kebangsaan sedang darurat,” pungkasnya. (red)

Baca Juga :  Yang Kaya Rangkap Jabatan, yang Miskin Rangkap Derita

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minim Transparansi, Pembangunan Gerai KDMP di Sumenep jadi Sorotan
Babinsa Palengaan Kawal Bantuan Irpom Pertanian 2025, Pastikan Tepat Sasaran untuk Petani
Aktivis Minta Verifikasi KDMP Sumenep Lebih Selektif
Persaingan Sekda Sumenep Mengerucut pada Dua Figur
Babinsa Palengaan Turun ke Lahan, Dampingi Petani Gambas Siap Panen demi Ketahanan Pangan
Hampir Setengah Tahun, Kasus Dugaan Pengrusakan Pohon dan Tanah di Bulangan Barat Masih Jalan di Tempat
Satlantas Polres Sumenep Uji Kelayakan Angkutan Jelang Idul Fitri
Rize Ikhwan Muttaqin: Pokir DPRD Pamekasan Sudah Diatur Undang-Undang, Klaim Rp160 Miliar Terlalu Berlebihan

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:39 WIB

Minim Transparansi, Pembangunan Gerai KDMP di Sumenep jadi Sorotan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:45 WIB

Babinsa Palengaan Kawal Bantuan Irpom Pertanian 2025, Pastikan Tepat Sasaran untuk Petani

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:27 WIB

Aktivis Minta Verifikasi KDMP Sumenep Lebih Selektif

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:42 WIB

Persaingan Sekda Sumenep Mengerucut pada Dua Figur

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:46 WIB

Babinsa Palengaan Turun ke Lahan, Dampingi Petani Gambas Siap Panen demi Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page