Evaluasi Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar di Kabupaten Sumenep

- Publisher

Minggu, 7 Desember 2025 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan Sekolah Dasar

Pendidikan Sekolah Dasar

KOLOM – Dalam sebuah proses pendidikan tingkat dasar, sarana dan prasarana menjadi fondasi penting untuk mendukung pembelajaran yang efektif.

Adanya sarana dan prasarana (Sarpras) yang baik, dalam jenjang pendidikan tingkat dasar juga menjadi modal awal untuk menunjang dan menghasilkan pembelajaran yang efektif.

Melalui observasi di tiga Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, yakni di SDN Panaongan III, SDN Aengbaja Raja, dan SDN Kebonagung II. Peneliti menggambarkan bagaimana Sarpras direncanakan, dikelola, dimanfaatkan, dan dievaluasi secara nyata di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil observasi menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki karakteristik pengelolaan yang berbeda sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.

Baca Juga :  Jurang Hukum di Dunia Siber: Antara Yang Seharusnya dan Yang Terjadi

SDN Panaongan III

SDN Panaongan III cukup menonjol dalam pemenuhan fasilitas dasar seperti ruang kelas, UKS, perpustakaan, dan mushalla.

Di sekolah ini menerapkan sebuah kebiasaan kepada siswa untuk menjaga kebersihan dan memanfaatkan Sarpras dengan baik.

Sementara, guru dan petugas sekolah berperan dalam mengatur serta mengawasi penggunaannya.

SDN Aengbaja Raja

SDN Aengbaja Raja lebih kuat pada pengembangan literasi dan teknologi. Fasilitas literasi teknologi seperti sarana TIK, perpustakaan, dan sanitasi sekolah dikelola melalui pembagian tugas yang jelas.

Dalam pembagiannya siswa dibiasakan menggunakan fasilitas secara teratur. Termasuk memanfaatkan perangkat digital sekolah untuk menunjang pembelajaran siswa.

Baca Juga :  Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Selain memanfaatkan perangkat digital yang ada di sekolah. Pengawasan rutin juga dilakukan untuk memastikan Sarpras tetap layak digunakan.

SDN Kebonagung II

Berbeda dengan dua sekolah lainnya, SDN Kebonagung II memiliki sistem manajemen Sarpras yang lebih terstruktur.

Sekolah ini melakukan pendataan Sarpras setiap awal semester, seperti mencatat kerusakan, dan menetapkan prioritas perbaikan.

Selain malakukan pendataan kerusakan dan perbaikan. Pengorganisasian di sekolah ini juga lebih sistematis dengan adanya koordinator Sarpras, bendahara, dan petugas perawatan.

Inventarisasi tahunan serta pengecekan rutin sangat membantu menjaga keberlanjutan pemanfaatan fasilitas yang ada di sekolah ini.

Baca Juga :  Transformasi Pendidikan: Kunci Akselerasi Pertumbuhan Indonesia di Tengah Dinamika Global

Kesimpulan

Secara keseluruhan, ketiga sekolah telah menjalankan empat aspek utama manajemen Sarpras. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

Namun peningkatan kualitas fasilitas, pemeliharaan rutin, pemanfaatan teknologi, serta pendataan yang lebih rapi masih menjadi kebutuhan yang sangat penting.

Oleh karena itu, observasi dan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas manajemen Sarpras tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas. Akan tetapi juga pada kepemimpinan kepala sekolah, koordinasi antar guru, dan komitmen seluruh warga sekolah.

________________________________

Penulis: Roviatul Jamiliah, Dewi Sinta, Mariana Afifah (Mahasiswa Universitas PGRI Sumenep) 

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik
Kolaborasi Seni berbahasa dan Budaya di ujung timur
Minimal Keinginan untuk Membaca Di tengah Kegembiraan Scroll Sosial Media
Sumenep di Bawah Bayang-bayang Perusakan Lingkungan
Transformasi Pendidikan: Kunci Akselerasi Pertumbuhan Indonesia di Tengah Dinamika Global
Menyambut 2026: Pemulihan Nasional, Pendidikan Transformatif, dan Masa Depan Demokrasi Digital
Sepekan Tanpa Jawaban, Suara Mahasiswa Akhir Tak Digubris Petinggi Kampus
NDP Sebagai Basis Ketahanan Ideologi dan Karakter Kader HMI dalam Membangun Kepemimpinan Tranformasional

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:21 WIB

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:13 WIB

Kolaborasi Seni berbahasa dan Budaya di ujung timur

Rabu, 7 Januari 2026 - 07:57 WIB

Minimal Keinginan untuk Membaca Di tengah Kegembiraan Scroll Sosial Media

Senin, 5 Januari 2026 - 16:56 WIB

Sumenep di Bawah Bayang-bayang Perusakan Lingkungan

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:32 WIB

Transformasi Pendidikan: Kunci Akselerasi Pertumbuhan Indonesia di Tengah Dinamika Global

Berita Terbaru

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep. (Doc. Istimewa)

News

Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Feb 2026 - 20:16 WIB

Kolom

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Selasa, 3 Feb 2026 - 10:21 WIB

You cannot copy content of this page