KOLOM – Dalam sebuah proses pendidikan tingkat dasar, sarana dan prasarana menjadi fondasi penting untuk mendukung pembelajaran yang efektif.
Adanya sarana dan prasarana (Sarpras) yang baik, dalam jenjang pendidikan tingkat dasar juga menjadi modal awal untuk menunjang dan menghasilkan pembelajaran yang efektif.
Melalui observasi di tiga Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, yakni di SDN Panaongan III, SDN Aengbaja Raja, dan SDN Kebonagung II. Peneliti menggambarkan bagaimana Sarpras direncanakan, dikelola, dimanfaatkan, dan dievaluasi secara nyata di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil observasi menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki karakteristik pengelolaan yang berbeda sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.
SDN Panaongan III
SDN Panaongan III cukup menonjol dalam pemenuhan fasilitas dasar seperti ruang kelas, UKS, perpustakaan, dan mushalla.
Di sekolah ini menerapkan sebuah kebiasaan kepada siswa untuk menjaga kebersihan dan memanfaatkan Sarpras dengan baik.
Sementara, guru dan petugas sekolah berperan dalam mengatur serta mengawasi penggunaannya.
SDN Aengbaja Raja
SDN Aengbaja Raja lebih kuat pada pengembangan literasi dan teknologi. Fasilitas literasi teknologi seperti sarana TIK, perpustakaan, dan sanitasi sekolah dikelola melalui pembagian tugas yang jelas.
Dalam pembagiannya siswa dibiasakan menggunakan fasilitas secara teratur. Termasuk memanfaatkan perangkat digital sekolah untuk menunjang pembelajaran siswa.
Selain memanfaatkan perangkat digital yang ada di sekolah. Pengawasan rutin juga dilakukan untuk memastikan Sarpras tetap layak digunakan.
SDN Kebonagung II
Berbeda dengan dua sekolah lainnya, SDN Kebonagung II memiliki sistem manajemen Sarpras yang lebih terstruktur.
Sekolah ini melakukan pendataan Sarpras setiap awal semester, seperti mencatat kerusakan, dan menetapkan prioritas perbaikan.
Selain malakukan pendataan kerusakan dan perbaikan. Pengorganisasian di sekolah ini juga lebih sistematis dengan adanya koordinator Sarpras, bendahara, dan petugas perawatan.
Inventarisasi tahunan serta pengecekan rutin sangat membantu menjaga keberlanjutan pemanfaatan fasilitas yang ada di sekolah ini.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, ketiga sekolah telah menjalankan empat aspek utama manajemen Sarpras. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
Namun peningkatan kualitas fasilitas, pemeliharaan rutin, pemanfaatan teknologi, serta pendataan yang lebih rapi masih menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Oleh karena itu, observasi dan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas manajemen Sarpras tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas. Akan tetapi juga pada kepemimpinan kepala sekolah, koordinasi antar guru, dan komitmen seluruh warga sekolah.
________________________________
Penulis: Roviatul Jamiliah, Dewi Sinta, Mariana Afifah (Mahasiswa Universitas PGRI Sumenep)












