Badut Politik dan Parodi Busuk: Eko dan Uya

- Publisher

Kamis, 4 September 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timesin.id, Jakarta – Eko Patrio dan Uya Kuya mungkin mengira rakyat ini tontonan.
Dengan bangga mereka bikin parodi “DJ sound horeg” seakan-akan kritik rakyat cuma bahan ketawaan.
Bedanya, Eko sudah kebakaran jenggot lalu buru-buru minta maaf.
Tapi apa gunanya ?
Rakyat menolak mentah-mentah !
Karena bukan sekadar soal mulutmu yang kurang ajar, tapi soal perut rakyat yang lapar sementara kantongmu kembung penuh uang negara.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Gelar LP Syair dan Johanis Van Naput, Diakui Tanah yang Dibatalkan 1998 Sudah Dibeli Santosa Kadiman Lewat PPJB 2014

Dan lucunya, yang kalian jadikan lelucon itu hanya tunjangan rumah Rp 3 juta per hari.
Padahal itu cuma recehan di antara gelontoran miliaran: gaji dan tunjangan tetap Rp 157 juta per bulan, SPPD Rp 138 juta per bulan, dana reses Rp 1,7 miliar per tahun, studi banding ke luar negeri Rp 380 juta per tahun, dan dana sosialisasi 4 pilar MPR Rp 930 juta per tahun. Jika ditotal, hampir Rp 1 miliar per bulan mengalir masuk ke kantong kalian.
Jadi jangan pura-pura polos.
Anak kecil pun tahu, dulu kalian mengemis-ngemis suara rakyat hanya demi bisa menadah uang rakyat, bukan untuk membela rakyat.

Baca Juga :  Tragedi Runtuhnya Kepercayaan Rakyat

Dan sekarang, setelah kenyang dengan uang miliaran, kalian menertawakan orang-orang yang memilihmu.
Itu bukan sekadar tidak tahu diri, itu penghinaan telanjang.
Maka jangan berharap kata “maaf” bisa menambal luka yang kalian sobek sendiri. Bagi rakyat, permintaan maafmu tak ubahnya sampah busuk : dilempar balik ke mukamu, ditolak mentah-mentah..

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

~ Itta R Hasibuan mantan aktivis 66

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Jatim Atas Dugaan Penistaan Agama
Sadis di Beltok: Pencurian Paksa Tewaskan Warga, Pelaku Dihadiahi Timah Panas
Kasus Narkoba di Sumenep Melonjak 55 Persen pada 2025
LBH Madani Putra Nilai Prosedur Polres Sumenep Bermasalah dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak
Tiga Terlapor Kasus Kekerasan Pemuda di Sumenep Mangkir dari Pemeriksaan
Kekuasaan Busuk Tak Layak Dipertahankan, PWI Bekasi Raya Soroti Penetapan Tersangka Bupati
Advokat Muda Jatim Laporkan Pemkab Sampang ke Gubernur hingga Presiden RI
Dugaan Kekerasan Libatkan Kurir SPX dan Pelanggan di Bluto Sumenep Berujung Saling Lapor

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 21:32 WIB

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Jatim Atas Dugaan Penistaan Agama

Senin, 12 Januari 2026 - 15:27 WIB

Sadis di Beltok: Pencurian Paksa Tewaskan Warga, Pelaku Dihadiahi Timah Panas

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Kasus Narkoba di Sumenep Melonjak 55 Persen pada 2025

Senin, 29 Desember 2025 - 21:03 WIB

LBH Madani Putra Nilai Prosedur Polres Sumenep Bermasalah dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:44 WIB

Tiga Terlapor Kasus Kekerasan Pemuda di Sumenep Mangkir dari Pemeriksaan

Berita Terbaru

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep. (Doc. Istimewa)

News

Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Feb 2026 - 20:16 WIB

Kolom

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Selasa, 3 Feb 2026 - 10:21 WIB

You cannot copy content of this page