Audiensi HMI-UIN Madura Bahas PBAK dan Atribut Hilang

- Publisher

Rabu, 3 September 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HMI saat melakukan audiensi dengan pihak UIN Madura, menyusul raibnya atribut bendera organisasi saat penyelenggaraan PBAK 2025.

HMI saat melakukan audiensi dengan pihak UIN Madura, menyusul raibnya atribut bendera organisasi saat penyelenggaraan PBAK 2025.

PAMEKASAN – Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 di UIN Madura diwarnai sejumlah persoalan. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat UIN Madura melaporkan sekaligus melakukan audiensi dengan pihak kampus, menyusul hilangnya atribut bendera organisasi saat aksi demonstrasi pada Senin (1/9).

Audiensi berlangsung pada Selasa (2/9) di Ruang Sidang Rektorat Baru Lantai 2. Pihak kampus diwakili oleh Wakil Rektor III UIN Madura, Mohammad Ali Al Humaidy, M.Si., serta Ketua Dewan Kehormatan Kode Etik, Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd., yang juga Ketua Panitia PBAK 2025. Sementara itu, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., berhalangan hadir.

Baca Juga :  Lagi! LBH Taretan Legal Justika Suarakan Desakan Reformasi Hukum di Depan Mapolres Sumenep

Dalam pertemuan itu, pengurus HMI menyampaikan dua poin utama. Pertama, keberatan atas terganggunya ketenangan mahasiswa baru saat mengikuti pembukaan PBAK yang dinilai tidak kondusif akibat adanya aksi demonstrasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, mendesak kampus menindaklanjuti hilangnya atribut berupa bendera HMI yang dipasang di gerbang utara kampus.

“Kami akan senantiasa menindaklanjuti dan meminta pertanggungjawaban kampus untuk mengambil sikap dalam menangani permasalahan ini,” tegas Moh. Rizal, Pengurus HMI Cabang Pamekasan Komisariat UIN Madura Bidang PTKP, Selasa (2/9).

Baca Juga :  Aktivis Apresiasi Langkah Tegas Bupati Sumenep Terkait Pengetatan Izin Usaha Rokok

Menanggapi hal itu, Warek III Mohammad Ali Al Humaidy menyatakan laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme.

“Karena kami tidak bisa menindak secara serta-merta tanpa memperhatikan regulasi yang ada di UIN Madura,” pungkasnya.

Sementara Ketua Kode Etik, Dr. Moh. Hafid Effendy, menegaskan panitia PBAK akan melakukan evaluasi dan langkah tindak lanjut.

“Juga menekankan bahwa panitia PBAK akan mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan agar tidak menimbulkan gesekan dengan organisasi mahasiswa. Dan kami akan menindak lanjuti secara terus menerus sampai permasalahan ini terselesaikan. Kami juga sudah menyurati Dekan Fakultas Tarbiyah untuk memberikan penangan dan pengambilan tindakan kepada oknum mahasiswa yang bersangkutan. Tidak lupa, akan kami selalu ingatkan agar persoalan ini segera menemui titik terang,” ujarnya.

Baca Juga :  Hj. Ansari: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 Harus Lebih Baik

Meski belum ada kesepakatan final, audiensi tersebut menjadi catatan penting untuk evaluasi hubungan antara organisasi mahasiswa ekstra kampus, mahasiswa baru, dan pihak rektorat UIN Madura. HMI berkomitmen terus mengawal kasus hingga selesai secara adil dan transparan.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Update Terbaru Korban Bencana Aceh Tamiang: 57 Orang Meninggal, 262 Ribu Masih Mengungsi
Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Rp3,8 Miliar untuk Korban Bencana Aceh
NSK Bearing Manufakturing Indonesia di Kawasan MM2100 Digeruduk Ratusan Massa
Para Elit Politik Jangan Saling Serang, Bamsoet Ingatkan agar Fokus Selamatkan Rakyat
Mualem Akan Cabut Izin Usaha Toko Alfamart dan Indomaret Jika Berani Naikkan Harga Sembako
Warga Aceh Semakin Krisis: Sulit Dapatkan Pasokan Air Bersih dan Beras, Terpaksa Makan Ubi
Respons Cepat Kemenko Polkam: Bantuan Logistik Diterbangkan ke Korban Banjir Aceh Tamiang
Ungkap Carut Marutnya Pelayanan Puskesmas di Bluto, Kuasa Hukum Minta Seluruh CCTV Dibuka

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:47 WIB

Update Terbaru Korban Bencana Aceh Tamiang: 57 Orang Meninggal, 262 Ribu Masih Mengungsi

Minggu, 7 Desember 2025 - 09:53 WIB

Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Rp3,8 Miliar untuk Korban Bencana Aceh

Sabtu, 6 Desember 2025 - 07:32 WIB

Para Elit Politik Jangan Saling Serang, Bamsoet Ingatkan agar Fokus Selamatkan Rakyat

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:32 WIB

Mualem Akan Cabut Izin Usaha Toko Alfamart dan Indomaret Jika Berani Naikkan Harga Sembako

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:29 WIB

Warga Aceh Semakin Krisis: Sulit Dapatkan Pasokan Air Bersih dan Beras, Terpaksa Makan Ubi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page