SUMENEP – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Senin (22/12) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga dan satu pondok pesantren mengalami kerusakan.
Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menyebabkan beberapa pohon tumbang serta merusak atap rumah warga di Dusun Masaran. Kerusakan meliputi bagian atap rumah, dapur, hingga kamar mandi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Pondok Pesantren Babus Salam turut terdampak pada bagian atap bangunan.
Kapolsek Guluk-Guluk, Akp Akhmad Gandhi.,S.H, menjelaskan bahwa bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, meski kerusakan material tidak bisa dihindari.
“Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Kerusakan yang terjadi bersifat ringan hingga sedang,” jelas Akp Akhmad Gandhi.,S.H.
Sejumlah rumah warga yang terdampak diketahui milik Dian P. Arsam, Idi, Jubri, Habibah, dan Sanima. Seluruhnya merupakan warga Dusun Masaran, Desa Payudan Dundang.
Total kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Usai kejadian, aparat gabungan dari Polsek Guluk-Guluk, Koramil Guluk-Guluk, serta perangkat desa setempat langsung melakukan langkah penanganan di lokasi.
Petugas bersama warga bergotong royong membersihkan pohon tumbang yang sempat menghambat akses jalan umum serta memperbaiki sisa-sisa kerusakan bangunan.
“Kegiatan penanganan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan situasi berjalan aman serta kondusif,” tambahnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kejadian serupa.












