Aliansi Mahasiswa Giliraja Desak Copot Polisi Pembunuh Ojol

- Publisher

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 01:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi ojek online dilindas kendaraan Brimob.

Tragedi ojek online dilindas kendaraan Brimob.

SUMENEP – Aliansi Mahasiswa Giliraja (AMG) mengecam keras tindakan brutal aparat kepolisian yang menewaskan seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan. Mereka menyebut tragedi tersebut sebagai bukti nyata bahwa institusi kepolisian tengah mengalami krisis moral dan kehilangan arah.

Polisi sejatinya lahir dengan mandat menjaga ketertiban, melindungi rakyat, serta menegakkan hukum dengan keadilan. Seragam yang dikenakan bukan hanya atribut, melainkan simbol kepercayaan masyarakat.

Namun, kenyataan di lapangan sering kali berbanding terbalik. Wajah represif aparat justru kerap muncul, bahkan tindakan di luar batas kewenangan sering dipertontonkan di hadapan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa polisi melindas pengemudi ojek online ini disebut bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bentuk kekerasan negara terhadap rakyatnya sendiri. Kehilangan nyawa rakyat tak berdosa adalah pengkhianatan terhadap mandat konstitusi.

Baca Juga :  Dandim 0826 Pamekasan Ikuti Vicon Progres Koperasi Merah Putih

Ketua Umum AMG, Ilham Fikri Andri, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele.

“Nyawa Affan Kurniawan tidak bisa dianggap remeh, hal tersebut tidak bisa disapu dengan permintaan maaf formal, dan tidak bisa diredam dengan alasan ‘situasi chaos’. Negara tidak boleh bersembunyi di balik jargon keamanan publik sementara rakyat terus menjadi korban kekerasan aparat,” ujar Ilham, Sabtu (30/8).

Ia menambahkan, tragedi ini memperlihatkan bahwa institusi kepolisian berada dalam kondisi sekarat, di mana legitimasi mereka sudah runtuh dan tidak bisa diselamatkan hanya dengan perbaikan kosmetik.

Baca Juga :  Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Kelbung Bangkalan Dibantah UD Tri Al-Barokah

“Aksi-aksi kepolisian tidak lebih dari sekadar tempelan plester pada luka menganga. Persoalan sesungguhnya adalah krisis legitimasi yang mendalam dan hanya bisa diselesaikan dengan merombak total fondasi hukum serta struktur internal institusi. Tanpa itu, kepercayaan publik akan terus terkikis, menyeret kepolisian ke dalam jurang ketidakpercayaan yang lebih dalam,” kata dia.

Ilham juga mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan para pelaku diberikan sanksi seberat-beratnya.

“Kami menuntut pertanggungjawaban penuh dari negara: proses hukum yang terbuka, transparan, dan tanpa tebang pilih terhadap seluruh pelaku, termasuk mereka yang berada di balik kebijakan dan komando lapangan. Polisi harus diadili, bukan hanya di meja etik, tetapi juga di pengadilan pidana. Setiap bentuk pembiaran adalah pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan hukum,” terangnya.

Baca Juga :  Kunjungan Kapolda Jatim ke Pamekasan: Galian C Ilegal Tetap Jalan, Publik Bertanya Siapa Sebenarnya yang Dikunjungi

Lebih jauh, ia menyebut kepolisian selama ini hanya berlindung di balik perundang-undangan dan struktur usang yang menjadi biang keladi krisis.

“Ini bukan lagi soal perbaikan minor, melainkan tuntutan untuk sebuah revolusi institusional yang akan mengembalikan otoritas mereka—bukan melalui kekuasaan, melainkan melalui legitimasi yang dibangun dari nol. Tragedi ini harus menjadi alarm keras bahwa praktik kekerasan aparat tidak boleh lagi dinormalisasi. Negara harus menjamin hak-hak warga sipil dan menghentikan budaya impunitas yang sudah terlalu lama bercokol di tubuh kepolisian,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Skandal Oknum Pegawai SPPG Saronggi Terungkap
Galian C Memakan Korban di Sumenep, PMII FH UNIBA Madura Desak Propam Polri Memeriksa Kanit Pidsus
Kecelakaan Maut di Pragaan Bongkar Lemahnya Penindakan Galian C Ilegal
Babinsa Turun ke Kandang, Semangati Peternak Ayam di Somalang
Satlantas Polres Sumenep Gelar Polisi Sahabat Anak
Kapus Guluk-Guluk Buka Suara soal Dugaan Pungli Rujukan BPJS, Oknum I Beri Keterangan Berbeda
Eksekusi PN Sampang Dinilai Prematur, Tanah di Bunten Barat Masih Ber-SHM Sah
JMP Beri Penghargaan ke Ketua PWI Pamekasan, Satu-satunya Asesor Dewan Pers dari Madura

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:25 WIB

Dugaan Skandal Oknum Pegawai SPPG Saronggi Terungkap

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:25 WIB

Galian C Memakan Korban di Sumenep, PMII FH UNIBA Madura Desak Propam Polri Memeriksa Kanit Pidsus

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:04 WIB

Kecelakaan Maut di Pragaan Bongkar Lemahnya Penindakan Galian C Ilegal

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:43 WIB

Babinsa Turun ke Kandang, Semangati Peternak Ayam di Somalang

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:20 WIB

Satlantas Polres Sumenep Gelar Polisi Sahabat Anak

Berita Terbaru

Ilustrasi skandal asmara pegawai MBG Saronggi.

News

Dugaan Skandal Oknum Pegawai SPPG Saronggi Terungkap

Sabtu, 14 Feb 2026 - 15:25 WIB

Polres Sumenep menggelar kegiatan edukatif Polisi Sahabat Anak di Polres Sumenep.

News

Satlantas Polres Sumenep Gelar Polisi Sahabat Anak

Rabu, 11 Feb 2026 - 11:20 WIB

You cannot copy content of this page