Aktivis Soroti Integritas Bea Cukai Madura dalam Pemberantasan Rokok Ilegal

- Publisher

Rabu, 10 September 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemunculan rokok ilegal Gico Premium, semakin memperpanjang daftar rokok ilegal di Bumi Sumekar.

Kemunculan rokok ilegal Gico Premium, semakin memperpanjang daftar rokok ilegal di Bumi Sumekar.

SUMENEP – Integritas Kepala Bea Cukai Madura yang baru mulai dipertanyakan publik, menyusul kian maraknya produksi dan peredaran rokok tanpa pita cukai di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan hasil investigasi aktivis pemerhati kebijakan publik, Anwar menyebutkan jumlah rokok ilegal yang diproduksi dan beredar di daerahnya dari tahun ke tahun terus meningkat dan kini diperkirakan sudah mencapai puluhan merek.

Salah satunya merek rokok Gicu Premium tanpa dilengkapi pita cukai yang baru saja launching dan beredar pada tahun 2025 di Kabupaten Sumenep.

Kehadirannya menambah deretan panjang rokok ilegal yang diperjual belikan bebas tanpa adanya tindakan tegas dari pihak yang berwenang.

Merek rokok Gicu Premium diduga milik H.M. sang sultan asal desa Ganding Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan Crazy rich Ganding tersebut diduga tidak hanya produksi rokok Gicu Premium, akan tetapi banyak merek rokok tanpa pita cukai yang diduga miliknya, diantaranya; New Gicu, Dubai, Albaik, Fantastik Ungu, fantastik Klik, rokok putih Rebel, Milde dan lain-lain.

Baca Juga :  Peredaran Rokok Ilegal Merek Hummer di Pamekasan Diduga Dikendalikan Pengusaha Besar

Anwar menilai, kinerja Bea Cukai Madura masih jauh dari kata maksimal. Penindakan yang dilakukan selama ini hanya sebatas seremonial berupa adegan penangkapan rokok ilegal di jalanan.

“Seolah-olah pemberantasan rokok ilegal hanya menjadi agenda pencitraan. Padahal negara telah memberi mandat pada Bea Cukai melalui UU No. 39 tahun 2007 tentang Cukai,” ungkapnya.

Langkah strategis yang lebih substansial, seperti menutup atau menindak tegas pabrik-pabrik produksi rokok ilegal sesuai peraturan perundang-undangan, belum terlihat jelas.

Baca Juga :  Diduga Selingkuh, Seorang Istri di Bangkalan Tewas di Bacok Suaminya Sendiri

“Kalau Bea Cukai serius dalam menegakkan aturan, kami siap antarkan pada pabrik dan distributornya”, tandasnya tegas.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti
Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj
Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata
Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan
Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif
Menu MBG Diduga Bermasalah, Siswa di Pakamban Laok Alami Diare
Khofifah Gandeng PTA Surabaya Perkuat Kepastian Hukum Ketahanan Keluarga
Seleksi Sekda Sumenep Berujung Polemik, Ketua Komisi I Diduga Langgar Tatib DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:57 WIB

Penyegaran Polres Sumenep, Sejumlah Kapolsek dan PJU Berganti

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:33 WIB

Ikhtiar Pembentukan Karakter, SMP Islam Paramitha Kota Malang Gelar Isra Mikraj

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:59 WIB

Hasil Monitoring Surya Tani, Penyuluh BPP Lenteng Diduga Main Mata

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

Klaim Beroperasi Sesuai SOP SPPG Legung Barat Dipertanyakan

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:18 WIB

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Berita Terbaru

Ilustrasi

News

Respons Kepala SPPG Jambu Dinilai Belum Substantif

Kamis, 22 Jan 2026 - 22:18 WIB

You cannot copy content of this page