Akhir Tahun: Saat Buku Dosa Aparat Perlu Dibuka

- Publisher

Senin, 15 Desember 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Mahbub Junaidi saat menjadi pembicara  salah satu Universitas di Sumenep.

FOTO: Mahbub Junaidi saat menjadi pembicara salah satu Universitas di Sumenep.

*Oleh: Mahbub Junaidi, S.H., (Pegiat Anti Korupsi)

 

KOLOM – Akhir tahun selalu identik dengan evaluasi. Di banyak meja, laporan kinerja dirapikan. Di banyak ruang, prestasi dibingkai. Namun ada satu buku yang seharusnya ikut diganti sampulnya: buku catatan dosa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan untuk menghakimi, apalagi menggurui. Hanya sekadar membuka lembaran agar publik tahu, bahwa hukum tidak selalu berjalan sendirian—ia sering ditemani kompromi.

Tentang setoran-setoran yang konon sudah dianggap biasa. Dari galian C yang mengalir rutin, hingga praktik judi yang tak pernah benar-benar mati, hanya berpindah tempat dan nama.

Baca Juga :  NDP yang Dijinakkan: Ketika Kaderisasi Gagal Melahirkan Kepemimpinan Transformasional

Tentang lima orang korban judi online yang semestinya dilindungi, namun justru “diselesaikan” dengan angka—dua puluh juta rupiah per kepala, demi kebebasan yang semu.

Ada pula kisah perempuan-perempuan lemah, janda yang seharusnya mendapat perlindungan negara, justru menjadi objek bujuk rayu oknum berseragam, dengan dalih empati yang berujung pemanfaatan.

Belum lagi cerita BBM yang bermain di balik pagar, ditampung, dialirkan, seolah kantor negara berubah fungsi menjadi tangki kepentingan.

Baca Juga :  Menyambut 2026: Pemulihan Nasional, Pendidikan Transformatif, dan Masa Depan Demokrasi Digital

Ironisnya, kekerasan dan main hakim sendiri kerap dijustifikasi. Alasannya klise namun berulang:

karena ada kebutuhan internal, karena ada sumbangan antar unit, karena tiap sektor di Kecamatan “harus ikut berpartisipasi”.

Bahkan urusan mencari besi pun berubah makna. Bukan lagi tugas, melainkan ongkos—tiket pesawat, hotel, dan permintaan yang tak pernah tercatat di kuitansi negara.

Semua ini bukan dongeng akhir tahun.

Bukan pula gosip warung kopi.

Baca Juga :  Minimal Keinginan untuk Membaca Di tengah Kegembiraan Scroll Sosial Media

Ini fakta, dan faktanya punya jejak.

Sebagian terekam, sebagian tersimpan, menunggu waktu yang tepat untuk bicara.

Akhir tahun seharusnya bukan hanya tentang menutup laporan, tetapi juga membuka keberanian, bahwa hukum tidak boleh hidup dari setoran, dan seragam tidak boleh menjadi tameng dosa.

Karena cepat atau lambat, yang disembunyikan rapi akan tetap menemukan jalannya ke terang.

Follow WhatsApp Channel timesin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik
Kolaborasi Seni berbahasa dan Budaya di ujung timur
Minimal Keinginan untuk Membaca Di tengah Kegembiraan Scroll Sosial Media
Sumenep di Bawah Bayang-bayang Perusakan Lingkungan
Transformasi Pendidikan: Kunci Akselerasi Pertumbuhan Indonesia di Tengah Dinamika Global
Menyambut 2026: Pemulihan Nasional, Pendidikan Transformatif, dan Masa Depan Demokrasi Digital
Sepekan Tanpa Jawaban, Suara Mahasiswa Akhir Tak Digubris Petinggi Kampus
NDP Sebagai Basis Ketahanan Ideologi dan Karakter Kader HMI dalam Membangun Kepemimpinan Tranformasional

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:21 WIB

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:13 WIB

Kolaborasi Seni berbahasa dan Budaya di ujung timur

Rabu, 7 Januari 2026 - 07:57 WIB

Minimal Keinginan untuk Membaca Di tengah Kegembiraan Scroll Sosial Media

Senin, 5 Januari 2026 - 16:56 WIB

Sumenep di Bawah Bayang-bayang Perusakan Lingkungan

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:32 WIB

Transformasi Pendidikan: Kunci Akselerasi Pertumbuhan Indonesia di Tengah Dinamika Global

Berita Terbaru

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep. (Doc. Istimewa)

News

Delapan Pejabat Berebut Kursi Sekda Sumenep

Selasa, 3 Feb 2026 - 20:16 WIB

Kolom

Disfungsi Pemerintahan dalam Pelayanan Publik

Selasa, 3 Feb 2026 - 10:21 WIB

You cannot copy content of this page