JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera-Aceh, Rabu (7/1).
Penunjukan ini menempatkan Tito pada tanggung jawab besar untuk memastikan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana di wilayah yang luas dan kompleks.
Tito mengungkapkan langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun struktur organisasi serta merumuskan strategi kerja Satgas. Rapat internal segera digelar untuk memastikan penanganan berjalan terarah dan efektif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi, saya akan rapat berdua untuk menentukan apa langkah-langkah dan struktur,” kata Tito di Hambalang, Kota Bogor, Jawa Barat, dilansir dari detik.com, Selasa (6/1).
Berbeda dari penanganan darurat, Satgas yang dipimpin Tito memiliki mandat menyeluruh, mulai dari pemulihan fisik hingga fungsi sosial pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa fokus kerja tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor-sektor vital yang menopang kehidupan masyarakat.
“Ya melihat apa yang darurat mulai pemulihan infrastruktur, pendidikan, pemerintahan pembangunan jalan, kemudian masalah perumahan, kemudian masalah fasilitas kesehatan, pelayanan publik, ya semua,” ujarnya.
Beban kerja Satgas ini terbilang berat karena mencakup tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan total 52 kabupaten dan kota terdampak.
Sementara itu, penanganan bencana di luar wilayah tersebut tetap berada di bawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Ini bencana Sumatera. 3 provinsi 52 kabupaten kota. (Daerah lain) masih BNPB,” ujarnya.
Menariknya, dalam pelaksanaan tugas tersebut, Tito menyebut tidak ada target waktu khusus yang ditetapkan. Namun, ia menekankan bahwa kecepatan kerja tetap menjadi prioritas utama Satgas.
“Target tidak. Tidak ada target tapi ya tentu kita akan bekerja secepat mungkin,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menilai Tito Karnavian memiliki kapasitas yang tepat untuk memimpin Satgas, mengingat perannya sebagai Mendagri yang mengoordinasikan unsur kewilayahan.
Dalam struktur Satgas, Tito didampingi Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon sebagai wakil ketua, serta Menko PMK Pratikno sebagai ketua dewan pengarah.
“Beliau menunjuk Bapak Tito Karnavian Mendagri sebagai ketua satgas yang didamlingi wakil ketua satgas Bapak Richard Tampubolon kemudian dibantu dewan pengarah yang akan diketuai Menko PMK,” kata Prasetyo Hadi.
Prasetyo menambahkan, luasnya wilayah terdampak menjadi pertimbangan utama Presiden dalam menunjuk Mendagri sebagai ketua Satgas agar koordinasi lintas daerah dan lembaga dapat berjalan lebih optimal.
“Jadi pertimbangannya karna bencana kali ini yang terdampak di 3 provinsi yang cukup luas dan dalam kapasitas beliau sebagai menteri dalam negeri, Bapak Presiden memilki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah mendagri dapat dikoordinasilan lebih baik,” ujarnya.












