PAMEKASAN – Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar (STAI DUBA) menggelar Wisuda Sarjana ke V dengan mengukuhkan sebanyak 50 wisudawan, Sabtu (20/12).
Prosesi wisuda kali ini menjadi momen spesial sekaligus bersejarah sebab dirangkai dengan alih status kelembagaan dari STAI DUBA Banyuanyar menjadi Institute Darul Ulum Banyuanyar (IDB).
Alih status tersebut menandai babak baru perjalanan institusi pendidikan tinggi berbasis pesantren di Kabupaten Pamekasan, sekaligus menjadi langkah strategis dalam penguatan mutu akademik dan pengembangan kelembagaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua IDB, RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, Lc., MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar akademik dan ijazah yang diterima para wisudawan bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan tanggung jawab keilmuan yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.
“Ilmu yang telah kalian dapat dari STAI DUBA (sebelumnya), IDB (sekarang) adalah sebuah amanah. Jadi ijazah yang kalian pegang hari ini itu adalah amanah ilmiah yang harus kalian pertanggungjawabkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Dirinya pun berharap, para lulusan mampu menjadi representasi nilai keilmuan dan akhlak kampus di tengah masyarakat, seiring dengan perubahan status kelembagaan menjadi institut.
Acara wisuda dan alih status tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya perwakilan Mahkamah Konstitusi (MK), Kopertais Wilayah IV Surabaya, Direktur Utama ASDP, anggota DPRD Pamekasan, Pengadilan Agama Pamekasan, Ketua HIPMI Pamekasan, serta Bagian Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan.
Kehadiran para undangan ini menjadi bentuk dukungan terhadap transformasi STAI DUBA Banyuanyar menjadi Institute Darul Ulum Banyuanyar (IDB) yang diharapkan mampu memperluas peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan berdaya saing.












