SUMENEP – Keluarga korban atas nama Halipah (40), pasien yang meninggal dunia saat sedang dirawat di Puskesmas Bluto, Sumenep, Jawa Timur terus menuntut keadilan.
Pihak keluarga Halipah, melalui kuasa hukumnya meminta untuk membuka seluruh rekaman kamera pemantau atau CCTV yang ada di Puskesmas Bluto.
Dari rekaman kamera CCTV tersebut, nanti akan terlihat carut marutnya pelayanan Puskesmas saat menangani pasien dan saat pasien dilakukan perawatan hingga pasien dinyatakan meninggal dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“CCTV itu menjadi petunjuk bagaimana proses penanganan yang dilakukan oleh petugas kepada pasien. Makanya pihak dinas terkait harus membuka itu,” kata Zainorrozi Direktur LBH Taretan Legal Justitia, pendamping hukum keluarga pasien, Kamis (4/12).
Dari hasil kajian sementara lanjut Zainorrozi, juga terdapat temuan adanya dugaan perbedaan data. Salah satunya perbedaan data terkait jadwal rujukan Puskesmas dan temuan dugaan kosongnya tabung oksigen.
“Itu sangat urgen untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Rekaman CCTV itu bagi kami wajib dibuka dan pasti kami minta nanti,” ujarnya.
Selain itu pihaknya berjanji akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas dan terang.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas, termasuk nanti akan menempuh jalur hukum jika diperlukan,” tegas dia.
Sebelumnya Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah mengaku akan melakukan audit secara menyeluruh atas meninggalnya Halipah, dan hasilnya akan disampaikan kepada Bupati Sumenep.
Sebagai langkah untuk mencari keadilan, keluarga pasien sudah dua kali melakukan audiensi dengan Dinkes dan P2KB Sumenep.
Dari hasil audensi itu, Sinkes P2KB Sumenep bersikukuh bahwa penanganan pasien yang meninggal dunia di Puskesmas telah dijalankan sesuai prosedur.












