*Oleh: M. Rozien Abqoriy, (Rakyat Sipil)
KOLOM – Saat ini, negara kita sedang berada di fase yang cukup penting dengan memanfaatkan bonus demografi yang dapat menjadi peluang besar bagi kemajuan peradaban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika angkatan muda mendominasi, tentu kita memiliki harapan besar untuk masa depan bangsa yang lebih cerah.
Namun, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, momen ini justru berpotensi menjadi bencana yang membuat kata “kemajuan” hanya menjadi “angan”.
Kemajuan, bagi saya bukan hanya perihal banyaknya gedung-gedung mewah dan lingkungan dengan kecanggihan dari digitalisasinya, melainkan perubahan signifikan dalam pola pikir, sikap, produktivitas, integritas, moral, dan kesejahteraan yang merata.
Sayangnya, saat ini kita dihadapkan pada keadaan yang membuat banyak orang cemas memikirkan masa depan bangsa.
Ditengah banyak orang yang lagi berjuang untuk hidup, membuat harapan yang begitu besar untuk orang tua dan keluarganya, pada saat yang sama, ada sekelompok elit yang sengaja membuat sistem semakin menyusahkan.
Pemerintahan yang tidak peduli dengan rakyatnya, membuat kebijakan tanpa empati, dan mengedepankan kepentingan kekuasaan dan kelompoknya sendiri.
Para pemimpin negeri ini seolah tidak memiliki empati untuk menghadirkan keamanan, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.
Mereka berdansa di atas penderitaan, bernyanyi di atas tangisan, dan tertawa di atas kesengsaraan.
Apa lagi yang bisa kita harapkan dari masa depan?
Generasi muda memang memiliki banyak ide dan semangat untuk kebaikan bersama. Tapi jika pemerintahnya menjadi penghancur mimpi dan cita-cita mereka melalui kaki tangannya (kuasa), maka reformasi total sangat dibutuhkan.
Jangan biarkan negeri tercinta ini dikuasai oleh orang-orang yang tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan, rasa persaudaraan dan komitmen untuk kemajuan bersama.
Hidup Pemuda, Hidup Indonesiaku!