PAMEKASAN – Ketua Tim Provinsi Jawa Timur Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH), Hanafi, S.E., M.Ak, melaksanakan pemantauan dan monitoring secara langsung terhadap proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus evaluasi untuk memastikan bantuan pemerintah tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat tempat. Selasa (30/12)
Monitoring tersebut dipusatkan di beberapa titik strategis penyaluran, yakni Kantor Pos Pamekasan, Kantor Pos Cabang Pamekasan, serta Kantor Pos Unit Pademawu. Kehadiran Ketua Tim Provinsi Jatim SDM PKH di lapangan menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh tahapan penyaluran berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hanafi menjelaskan bahwa di Kabupaten Pamekasan, penyaluran BLTS Kesra dilaksanakan dalam tiga gelombang guna menjangkau seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk gelombang penyaluran yang berlangsung saat ini, tercatat sebanyak 9.786 KPM yang menerima bantuan melalui mekanisme penyaluran PT Pos Indonesia.
“Penyaluran melalui PT Pos saat ini sudah berjalan dan kami pastikan prosesnya sesuai prosedur. Sementara itu, untuk penyaluran melalui Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara, kami masih menunggu data final karena proses tersebut merupakan kewenangan perbankan yang terintegrasi langsung dengan Kementerian Sosial,” terang Hanafi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini tidak hanya dilakukan di Pamekasan, melainkan dilaksanakan secara maraton di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur.
“Langkah ini merupakan bagian dari sinergi pengawasan antara tim provinsi, pemerintah daerah, serta instansi penyalur, guna memastikan program BLTS Kesra dapat berjalan secara optimal dan akuntabel,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hanafi menyampaikan bahwa program BLTS Kesra merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat yang dilaksanakan atas arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Program ini dirancang sebagai langkah konkret untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat, khususnya masyarakat rentan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat rumah tangga.
“Bantuan ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, sekaligus menjaga daya beli agar tetap bertahan di tengah dinamika dan tekanan ekonomi yang ada,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hanafi juga mengapresiasi kinerja petugas penyalur di lapangan, baik dari PT Pos maupun pendamping sosial PKH, yang telah bekerja maksimal dalam melayani masyarakat. Ia berharap seluruh pihak terus menjaga integritas, transparansi, serta pelayanan yang humanis kepada para penerima manfaat.
“Dengan adanya pemantauan langsung dari tim provinsi, diharapkan penyaluran BLTS Kesra di Kabupaten Pamekasan dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial pemerintah,” pungkasnya.












